Pesawat Garuda Indonesia tujuan Yogyakarta dengan nomor penerbangan GA 218 mengalami delay selama dua jam di Bandara Soekarno-Hatta. Sebagian penumpang diinapkan di hotel yang ditunjuk oleh pihak maskapai dan akan diberangkatkan ke Yogyakarta pukul 09.00 WIB.
"Akhirnya pesawat diberangkatkan pukul 09.00 WIB pagi. Penumpang sebagian besar diinapkan di Grand Mercure Harmoni, ada yang minta besok pagi diterbangkan flight pertama, ada yang batalkan. Saya sendiri memilih pulang ke rumah dan diberi uang transportasi sebesar Rp 300.000," ujar salah seorang penumpang, Nanik Winarni kepada detikcom, Jumat (27/12/2013) dini hari.
Nanik kecewa atas kurangnya kordinasi antara pihak Angkasa Pura II dengan pihak maskapai. Seharusnya jika hanya ada satu runway yang berfungsi maka tidak usah menambah jumlah penerbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nanik pun menyayangkan bahwa di antara seluruh penumpang yang kecewa terdapat pula wisatawan mancanegara. Hal ini tentunya mencoreng penerbangan Indonesia.
"Kalau kita biasa di luar negeri, semuanya jelas. Kalaupun ada pembatalan dapat dimaklumi karena ada pemberitahuan yang jelas sejak awal," tutupnya.
Pesawat tersebut sejatinya akan berangkat pukul 19.35 WIB, namun penumpang baru dipersilakan memasuki pesawat pada pukul 20.35 WIB. Setelah menunggu dalam pesawat yang tak kunjung terbang, pada pukul 21.45 WIB para penumpang diminta turun dari pesawat dan kembali ke ruang boarding.
Akhirnya pihak maskapai Garuda Indonesia mengumumkan alasan delay pada pukul 22.50 WIB melalui pengeras suara. Pihak maskapai pun menjanjikan akan menginapkan para penumpang untuk menunggu penerbangan.
Pihak Angkasa Pura II hingga kini belum dapat dimintai komentar. Sementara itu VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto belum mengangkat teleponnya. (bag/jor)











































