Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang KA di Senen Naik Dibanding 2012

Libur Natal dan Tahun Baru, Penumpang KA di Senen Naik Dibanding 2012

Kun Agung Sumarmo - detikNews
Selasa, 24 Des 2013 16:50 WIB
Jakarta - Libur Natal 2013 dan Tahun Baru 2014 dimanfaatkan sebagian warga untuk mudik ke kampung halaman. Namun pemudik tahun ini lebih tinggi dibanding tahun 2013 lalu.

"Untuk periode yang sama, Libur Natal dan Tahun Baru 2012 kisaran penumpangnya 10 ribuan per hari rata-rata. Untuk tahun ini rata-rata per tanggal 18 Desember 2013 menyentuh 12 ribuan per hari rata-rata. Dan memasuki 24 Desember 2013 ini, dan sampai 3 Januari 2014, rata-rata 15 ribu penumpang per hari," kata Kepala Stasiun Senen Dwi Sulistiyono.

Hal itu disampaikan Dwi di kantornya, Stasiun Senen, Selasa (24/12/2013). Sedang penumpang KA reguler di luar masa puncak, imbuhnya, rata-rata sekitar 10 ribu per hari atau sama dengan jumlah penumpang masa liburan Natal 2012 dan Tahun Baru 2013 lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengantisipasi kenaikan penumpang ini, PT KAI sudah mengambil kebijakan yang berbeda-beda di tiap stasiun.

"Khusus di Stasiun Senen itu kita ada penambahan jadwal kereta dari 20 menjadi 23 jadwal kereta per hari. 3 Jadwal yang bertambah itu adalah KA Kertajaya tujuan Surabaya, KA Bengawan tujuan Solo dan KA Matarmaja tujuan Malang. Penambahan itu untuk mengatasi lonjakan penumpang yang tidak terdata secara online dari pemesanan tiket 3 bulan lalu," tutur dia.

Untuk tiket KA Ekonomi, imbuhnya, sudah habis sampai 3 Januari 2014, sedangkan kelas bisnis hanya tersisa 5 persen saja.

Selain itu untuk mengatasi kepadatan penumpang ini, manajemen memback up tenaga tambahan dari asisten masinis sebanyak 28 orang, dibagi menjadi 3 shift per hari untuk membantu boarding tiket penumpang. Sedangkan untuk reguler biasanya hanya 12 orang per 3 shift per hari. Jadi totalnya menjadi 40 orang per 3 shift per hari.

"Sedangkan tingkat kejahatan selama masa libur Natal sampai hari ini belum ada kasus pelaporan mengenai pelanggaran ketertiban seperti pencopetan atau pembiusan. Kami berharap semoga sampai dengan musim libur selesai semua aman terkendali," harap Dwi.

(nwk/nrl)


Berita Terkait