"Atut banyak menangis dan memeluk Airin," bisik Sinta, seorang pengunjung rutan yang namanya disamarkan, Selasa (24/12/2013). Sinta menyaksikan peristiwa itu.
Di bawah tenda ukuran 10x6 meter itu, warga binaan perempuan mengenakan rompi, tapi tidak untuk Atut dan tahanan kasus korupsi. Rompi itu yang membedakan tahanan dan pembesuk. Dua kipas angin menderu di bawah tenda, tapi tak cukup memberi kesegaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Airin dan Andira, ada juga Firman Wijaya, pengacaranya. Tapi Atut lebih banyak bicara dengan keluarganya. "Sepertinya memberi support moril," tambah Sinta.
Sipir dan tahanan pendamping berada di sekitar tenda. Mereka mengawasi aktivitas pembesuk dan tahanan yang melepas rindu.
Aktivitas ini bubar setelah jam menunjukkan pukul 12.00 WIB. Pengeras suara berbunyi mengingatkan para pembesuk jam berkunjung sudah habis.
Para pembesuk tahanan lain sudah bubar. Tapi biasanya pembesuk tahanan korupsi agak diberi kelonggaran. Mereka sedikit lebih lama, entah apa sebabnya.
(edo/ndr)











































