Bisa dibilang keduanya sama-sama 'ratu'. Jika Ratu Atut adalah orang kuat di Banten, Angelina Sondakh yang akrab disapa Angie adalah mantan Putri Indonesia 2011.
Angie dan Atut sama-sama orang hebat di partainya. Angie menjabat Wasekjen PD plus anggota Komisi X DPR, sementara Atut dua periode menjadi Gubernur Banten.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedang Ratu Atut terjerat dua kasus korupsi (Pilkada Lebak dan ALkes Banten) dan KPK masih terus melakukan penyidikan. Ratu Atut ditahan oleh KPK di Rutan Pondok Bambu.
Sungguh ironis memang perjalanan dua 'ratu' ini. Karier politik yang mulus namun berakhir di balik jeruji penjara karena berurusan dengan korupsi.
Tak bisa dipungkiri kasus korupsi yang terjadi pada Atut dan Angie bisa saja membuat calon legislatif maupun calon kepala daerah dari perempuan ciut.
"Sisi negatifnya, para caleg perempuan bisa jadi tidak percaya diri dalam mengkampanyekan dirinya. Biasanya kan caleg perempuan dipilih karena lebih amanah, tapi sekarang ya bagaimana," ujar Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan Perempuan pada era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, Senin (23/12) kemarin.
Namun para wanita tak boleh ciut dan terus berkarya sembari mengkampanyekan antikorupsi. "Tentu kita dikagetkan oleh status tersangkanya Atut. Tapi tetap, pemberantasan korupsi harus ditegakkan, perempuan tidak boleh jadi lemas," kata Ketua Umum PP Muslimat NU ini.
(van/nrl)











































