Pemprov Sumut Terus Upayakan Penanganan Bencana Letusan Sinabung

Pemprov Sumut Terus Upayakan Penanganan Bencana Letusan Sinabung

- detikNews
Senin, 23 Des 2013 23:16 WIB
Pemprov Sumut Terus Upayakan Penanganan Bencana Letusan Sinabung
Awan panas Sinabung (Khairul/detikcom)
Medan, - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus mendukung upaya penanggulangan bencana letusan Gunung Sinabung di Kabupaten Karo. Seluruh fungsi sudah diarahkan untuk kepentingan itu.

Saat memimpin rapat koordinasi lintas instansi penanganan erupsi Gunung Sinabung di Medan, Senin (23/12/2013) Gubernur Gatot Pujo Nugroho menyatakan, dukungan itu dengan mempertimbangkan kebutuhan warga dan situasi yang ada.

"Kepada tim yang bekerja melakukan konsolidasi dalam penanganan erupsi Gunung Sinabung, saya perintahkan back up Pemkab Karo dalam menangani pengungsi," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rapat koordinasi itu dihadiri sejumlah pemangku kepentingan. Antara lain Bupati Karo Kena Ukur Karo Jambi, kemudian Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendrasto, Komandan Kodim 0205/Tanah Karo Letkol Kav Prince Meyer Putong selaku Komandan Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung, Deputi Penanganan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tri Budiarto dan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Sumut, Brigjen Pol Basaruddin.

Dalam pertemuan, dibahas kondisi terkini dan potensi masalah di depan. Hendrasto menyatakan, erupsi masih terus terjadi. Selain itu ada ancaman lahar yang dapat terjadi pada musim hujan.

"Sehubungan sudah memasuki musim hujan maka masyarakat yang bermukim dekat sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar. Masyarakat agar tetap tenang dan agar senantiasa mengikuti arahan dari Pemerintah Kabupaten Karo yang senantiasa mendapat laporan tentang aktivitas Gunung Sinabung," kata Hendrasto.

Letusan Gunung Sinabung yang masih terus terjadi menyebabkan pengungsian 18.166 jiwa atau 5.644 keluarga yang tersebar di 31 titik. Hingga kini gunung itu masih berada dalam status bahaya tertinggi, yakni status awas atau level IV.

(/)


Berita Terkait