"Pengunjung Adit setiap hari semakin banyak, terlebih lagi sekarang liburan sekolah. Banyak warga yang datang. Kita menghargai warga yang berempati dengan Adit, namun demikian perlu diingat dia masa proses memperbaiki traumatiknya," kata Dirut RSUD Bangkinang, dr Wira Dharma kepada wartawan, Senin (23/12/2013).
Dia menjelaskan, kondisi fisik Adit terus mengalami perbaikan. Adit juga tidak lagi menggunakan infus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyembuhan fisik berlangsung membaik. Begitu juga kondisi mentalnya. Adit tak lagi takut dengan tim medis yang datang. Walau demikian kita tetap memberikan pendampingan psikolog dan dokter anak," kata Wira.
Kehadiran warga untuk melihat kondisi Adit memang terus membludak. Kadang Adit tak punya waktu lagi untuk beristirahat. Apalagi kadang warga yang masuk berbondong-bondong tiada henti.
"Tanpa bermaksud menolak kedatangan warga, kami juga minta bantuan pengertian warga untuk tidak ramai-ramai melihat Adit. Kita sekarang mengatur hanya boleh dua orang untuk sekali menjenguk ke dalam ruangan," kata Sekretaris Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kampar, Khairul Azmi kepada detikcom.
(cha/trw)











































