Soal Perjanjian Batu Tulis, Ketua PDIP: Silakan Gerindra Datang ke Megawati

Soal Perjanjian Batu Tulis, Ketua PDIP: Silakan Gerindra Datang ke Megawati

Mulya Nur Bilkis - detikNews
Senin, 23 Des 2013 17:57 WIB
Jakarta - Hashim Djojohadikusumo, adik Prabowo Subianto, mengungkap kembali perjanjian Batutulis antara PDIP dan Gerindra di tahun 2009. Terkait hal tersebut, Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto menyarankan agar pimpinan Gerindra mendatangi Megawati.

"Gerindra datanglah ke Ibu Mega. Silakan ngobrol ke Bu Mega, jangan ngomong ke publik," kata Bambang kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (23/12/2013).

Bambang mengaku tak tahu banyak soal perjanjian itu. Dia menyerahkan urusan perjanjian itu ke para pimpinan partai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Silakan datang saja ke Ibu Mega," ujarnya lagi.

Perjanjian antara Mega-Prabowo di Batu Tulis, Bogor, Jabar, tahun 2009 benar adanya. Hashim Djojohadikusumo, menegaskan bahwa Mega punya utang politik mendukung Prabowo di Pilpres 2014.

"Ada, aku yang menyusun itu," kata Hashim saat ditanya mengenai perjanjian 'suci' Mega-Prabowo tersebut.

Hal ini disampaikan Hashim dalam jumpa pers peresmian Media Center Gerindra di Jalan Harsono RM, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2013). Tak hanya mengungkap adanya perjanjian, Hashim juga membongkar isi kesepakatan itu. Salah satunya komitmen Mega mendukung Prabowo di Pilpres 2014.

"Iya ada, di butir ketujuh, pokoknya ada itu," tegas Hashim.

Di kalangan elite PDIP dan Gerindra, perjanjian itu dikenal sebagai Perjanjian Batu Tulis. Perjanjian ini dibuat dalam pertemuan di Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, 15 Mei 2009 antara PDIP dan Gerindra waktu itu menyepakati pasangan Megawati dan Prabowo.

Pertemuan tersebut dihadiri semua petinggi PDIP dan Gerindra seperti Mega sendiri, Puan Maharani, Pramono Anung, Prabowo didampingi Fadli Zon, Martin Hutabarat, Hashim Djojohadikusumo, dan lainnya.

(mnb/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini