Belasan kabel baja dipasang untuk menarik beton yang nyaris rubuh tersebut. Kabel itu disambungkan dengan beton yang berada tak jauh di pinggir rel kereta api agar kemiringan tidak semakin parah. Kondisi beton yang miring sepanjang 30 meter.
Tanggul Latuharhary ini tak hanya ditopang satu lapis beton. Dari tepi kanal hingga rel kereta api berjarak lebih dari 10 meter, yang di antaranya terdapat beton dan tumpukan batu yang disusun rapi. Batu-batu tersebut semula diletakkan di pinggir KBB sebagai penopang sementara saat tanggul jebol pada Januari 2013 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seharusnya beton ini sudah ditarik lurus. Tapi karena cuaca buruk, deadline diundur hingga akhir Desember," kata Ari di lokasi Jalan Latuharhary, Jakarta Pusat, Senin (23/12/2013).
Menurut Ari, kondisi beton yang sudah sangat miring ini masih layak. Sehingga pihaknya tidak akan mengganti dengan beton yang baru.
"Cuma atasnya saja yang kita cor lagi karena memang sudah retak-retak," ucapnya.
Ari berharap pekerjaan ini akan selesai tepat waktu. Sebab kondisi cuaca pada beberapa pekan belakangan ini semakin ekstrem.
"Insya Allah kalau cuma narik bisa selesai sesuai deadline. Awal tahun depan baru mulai dicor," tutupnya.
(rmd/nal)










































