"Saya punya SMS Pak Dirut Merpati, isinya minta maaf atas kelakuan anak buahnya," kata Marianus saat berbincang dengan detikcom, Minggu (22/12/2013) malam.
Marianus mengaku dirinya bak bola ping-pong yang dibuat ke sana ke mari oleh petugas Merpati saat ingin memesan tiket pada Jumat (20/12) kemarin. Namun semua pihak yang dihubunginya mengatakan penerbangan Merpati pada Sabtu (21/12) pagi penuh.
"Dia juga minta dukungan masyarakat Kabupaten Ngada untuk mengembangkan Merpati," kata Marianus melanjutkan isi SMS yang diklaim berasal dari petinggi Merpati.
Baik pihak Merpati dan Marianus memiliki versi masing-masing kronologi asal mula pemblokiran tersebut. Marianus yakin dengan kronologi versinya dan siap dipertemukan dengan pihak Merpati.
"Saya berani dikonfrontir dengan Merpati, mau direktur atau pejabatnya," tutup Marianus.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi pemblokiran terjadi hari Sabtu (21/12) dari pukul 06.15 WITA sampai pukul 09.00 WITA hanya untuk Merpati. Marianus kesal karena tak dapat menghadiri rapat paripurna dengan DPRD Kabupaten Ngada untuk membahas APBD yang digelar pukul 09.00 WITA.
(vid/)











































