"(kasus Atut) Ini cukup signifikan pengaruhnya jika terus-terusan diberitakan," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, usai diskusi di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2013).
Namun Hamdi menilai, penurunan suara Golkar tak akan sedrastis Demokrat atas kasus korupsi yang juga banyak menyeret kadernya, seperti M Nazaruddin dan Anas Urbaningrum. Sebagai partai besar, Golkar memiliki basis pendukung yang kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hamdi, elektabilitas Demokrat naik karena pencitraan petinggi partai. Sementara Golkar yang notabenenya sebagai partai lama, sudah memiliki basis pendukung yang kuat.
"Berpengaruh iya, tapi nggak sedrastis Demokrat," tutupnya.
(kff/mad)










































