Celetukan itu keluar dari bibir Zaki. Bocah berusia 7 tahun itu menarik-narik baju ibunya mendekati sesosok pocong yang mejeng di kawasan Monas, persisnya di depan patung kuda.
Meskipun awalnya takut, tapi Zaki akhirnya berhasil mengeluarkan gaya pura-pura takutnya di samping si pocong. Lena, sang ibu, dengan sigap mengabadikan aksi sang anak bersama pocong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tenang saja, pocong ini bukan pocong sungguhan. Nama aslinya Fauzi, pria asli Pandeglang ini sudah 8 bulan berpura-pura jadi pocong dan berpose di Monas. Ia tak sendiri. Ada 10 rekan lainnya yang sehari-hari beraksi di Monas. Selain menjadi pocong, mereka ada juga yang menjadi kuntilanak.
"Pengunjung boleh foto bareng, kasih seikhlasnya, beneran kami gak patok biaya," kata Fauzi kepada detikcom, Sabtu (21/12/2013).
Selain makhluk-makhluk seram, para pengunjung juga bisa foto bareng dengan barisan tentara tegap warna-warni. Pria-pria yang mematung ini juga menyediakan senapan bohong-bohongan bagi pengunjung yang mau aksi bersama.
Bambang adalah salah satu 'tentara gadungan' itu. Sebelumnya, pria asal Yogyakarta ini mematung di Museum Fatahillah. Namun sejak 8 bulan lalu, ia dan rekan-rekannya melebarkan sayap ke Monas.
Gaya meniru tentara yang diperagakan Bambang tak sembarangan. Ia mengaku pernah diajarkan langsung oleh anggota TNI.
"Dulu pernah ada perayaan HUT TNI di sini, terus kita diajarin supaya gayanya makin mirip sama tentara beneran," ucapnya bangga.
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengapresiasi kehadiran para manusia patung ini. Jika Jokowi mampir ke Monas, ia sering menyapa tentara dan hantu palsu ini. Mereka pun diajak untuk meramaikan Kaki Lima Night Market yang dihelat setiap malam minggu.
Bambang bercerita bahwa ia mendapat penghasilan yang lumayan dari berpose sebagai patung di Monas. Di hari biasa, sekitar 200 - 300 ribu ia raup. Sedangkan ketika akhir minggu tiba, lebih dari Rp 1 juta bisa ia kantongi.
Hari makin sore, para manusia patung ini lalu berjalan ke arah rerumputan lalu melepas kostum yang dikenakan. Sambil menghitung pendapatan dari hasil berdiri sejak siang, Fauzi si Pocong berkata: "Patungnya istirahat dulu ya."
(tor/tor)










































