Jembatan di Kalteng Miring Usai Dihantam Tongkang

Jembatan di Kalteng Miring Usai Dihantam Tongkang

Saud Rosadi - detikNews
Sabtu, 21 Des 2013 18:35 WIB
Jembatan di Kalteng Miring Usai Dihantam Tongkang
Samarinda -

Jembatan Bajarum di Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Sabtu (21/12/2013), terpaksa ditutup usai ditabrak tongkang bermuatan bijih besi. Insiden itu mengakibatkan badan jalan jembatan retak.

Keterangan dihimpun detikcom, insiden tongkang menabrak pilar jembatan yang terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dinihari tadi, terbilang cukup parah. Kali ini, pilar yang ditabrak mengakibatkan retakan pondasi jembatan.

"Ramai jadi tontonan warga. Jembatan itu memang sering ditabrak, terakhir kejadian seminggu lalu. Tapi kali ini lebih parah sampai retak (pondasi)," ujar warga Kota Besi, Muhammad Ali, kepada detikcom saat dihubungi, Sabtu (21/12/2013) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ali menjelaskan, jembatan tersebut berada di ruas jalan trans Kalimantan yang menghubungkan kota Palangkaraya menuju ke 5 Kabupaten lainnya di Kotawaringin. Akibatnya sejak siang tadi mengakibakan kemacetan hingga 1 kilometer.

"Tadi pagi cuma bisa dilalui motor. Sekarang sudah ditutup total karena memang jembatan agak miring. Motor saja terasa goyang lewat jembatan itu," ujar Ali.

"Kalau tadi dari warga ngobrol-ngobrol dengan orang PU, ada kerenggangan sambungan bentang jembatan. Pagi tadi 6 cm dan sampai siang jadi 12 cm," tambahnya.

Dihubungi terpisah, warga lainnya, Malik menerangkan, jembatan yang membelah Sungai Mentaya itu ditutup total, akses jalan poros trans Kalimantan harus melalui jalan memutar dan memakan waktu hingga 4 jam.

"Dari Sampit ke Palangka atau sebaliknya misalnya, menempuh waktu 3-4 jam melalui jalan perkebunan kelapa sawit. Mudah-mudahan jembatan itu bisa dengan segera diperbaiki supaya bisa dilalui lagi," kata Malik.

"Tidak, tidak ada korban (dari insiden itu). Mudah-mudahan tidak ada korban. Kondisi jembatannya memang rawan, memang tidak bisa dilalui,"

Kepala Dinas Pekejaan Umum Kotawaringin Timur Machmoer ketika dikonfirmasi detikcom, belum bersedia memberikan penjelasan terkait penanganan pasca insiden tongkang menabrak jembatan tersebut.

"Saya lagi di lapangan. Coba kontak Humas saja," sebut Machmoer

(ahy/ahy)


Berita Terkait