Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Dikdik Hendrajaya melaporkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam bencana ini, karena warga sejak satu pekan lalu sudah diingatkan bahaya tanah longsor dan luapan air sungai yang terus terjadi setiap kali hujan turun.
"Alhamdulillah korban tidak ada, kerugian masih kita hitung karena warga masih berhasil menyelamatlkan barang-barang berharga dari rumah, " ujarnya, Sabtu (21/12/2013) kepada wartawan.
Badan jalan yang menghubungkan sejumlah kecamatan di Garut selatan dengan Kabupaten Bandung, sejak seminggu terakhir telah terputus. Jalan sepanjang 200 meter dan lebar 4 meter tersebut hilang tergerus air sungai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dani (36) warga Kampung Cikawung, salah satu korban yang rumahnya hanyut mengatakan bahwa rumah miliknya bersama 10 rumah tetangga hanyut tergerus aluapan sungai Cikawung, namun berhasil menyelamatkan diri akibat ancaman luapan air sudah terlihat sejak sepekan lalu.
"Kami sudah diingatkan oleh pemerintah dan memang kami merasa bahwa luapan air sungai akan terus terjadi serta tanah yang tergerus juga akan bertambah," ucapnya.
"Sehingga saat rumah kami hanyut, kami sudah berada di tempat aman," tambah Deni singkat.
(tor/tor)










































