5 Rupa Kunci Jawaban Mega tentang Capres PDIP

5 Rupa Kunci Jawaban Mega tentang Capres PDIP

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Sabtu, 21 Des 2013 16:14 WIB
5 Rupa Kunci Jawaban Mega tentang Capres PDIP
Jakarta - Siapa capres PDIP 2014? Figur pemimpin nasional itu ada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mega sangat kuat memegang kuncinya.

Ketika ditanya dirinya atau sang satria piningit kah yang akan maju bertarung di Pilpres 2014, Mega masih menanti momentum yang indah.

Namun, istri mendiang Ketua MPR Taufiq Kiemas itu berjanji akan mengukuhkan orang nomor satu di Indonesia asal PDIP tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 5 rupa kunci jawaban Mega tentang Capres PDIP:

1. Sabar ya Tunggu 9 April

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dikabarkan masih memiliki ambisi untuk menjadi capres di Pemilu 2014. Namun Mega menegaskan PDIP belum akan mengungkap capresnya dalam waktu dekat.

"Tunggu 9 April (Pemilu Legislatif-red)," kata Megawati usai diskusi Kedaulatan Pangan dan Martabat Bangsa di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (21/12/2013).

Mega mengatakan PDIP telah memberi mandat penuh kepadanya untuk menentukan capres dan cawapres partai banteng. Dan dia telah memutuskan baru akan mengungkap capres PDIP usai Pileg 2014.

"Masa nggak sabar ya," ujarnya.

Presiden ke-5 RI ini tak mau memberi bocoran sosok yang akan diusung PDIP. Termasuk juga tak mau menanggapi isu dirinya akan maju sebagai capres menggandeng Jokowi. Sekali dia menegaskan, capres PDIP baru akan diumumkan usai PDIP mengetahui perolehan suara yang diperoleh di Pemilu 2014.

"Ya sudahlah, tunggu 9 April," ucapnya singkat.

2. Dikukuhkan Ketum

Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menegaskan penentuan calon presiden dari partainya akan diputuskan usai pemilu legislatif pada April 2014. Mega menolak bicara soal kans Joko Widodo sebagai capres.

"Kalau untuk siapa calon, saya bilang sabar, itu keputusan Rakernas. Kita mau konsen di Pileg dulu. Saya bilang tunggu setelah pileg," ujar Megawati usai mengisi seminar di Aula Fakultas Kedokteran UI, Jakarta, Sabtu (30/11/2013).

Pertanyaan soal kans Jokowi maju di Pilpres, beberapa kali ditanyakan. Mega menegaskan kepastian capres baru akan ditentukan usai Pileg.

"Yang akan mengukuhkan ketum, bolak-balik ditanya, tunggu dengan sabar," tuturnya.

Dalam seminar Dewan Guru Besar UI betema Indonesia Menjawab Tantangan; Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang, Mega acapkali memuji Jokowi yang kepempinannya pro rakyat. Mega juga membela blusukan Jokowi yang mendapat kritik dari sejumlah politikus.

Tapi Mega menolak dikatakan pujian ini sebagai pertanda dukungan dirinya terhadap Jokowi menjadi capres.

"Kalau puji Pak Jokowi ya bukan sekarang ini. Kalau jelek saya marahin karena beliau kader partai, sejak beliau masuk di Solo," tuturnya.

Jokowi sebagai kader partai dianggap Mega telah berhasil melaksanakan pesannya untuk membenahi Ibu Kota.

"Beliau sebagai petugas partai yang masuk di Jakarta dapat melakukan apa yang saya katakan. Pertama terjun ke bawah, karena kalau tidak, kita tidak mengetahui objektif dan realitas di bawah," ujar Mega.

3. Menanti 2014

Rumor pencapresan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo melalui PDIP semakin santer. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun angkat bicara.

"Kamu tunggu tahun depan ya," kata Mega saat ditanya pencapresan Jokowi, sembari tersenyum.

Hal ini disampaikan Mega di sela-sela kunjungan bersama Jokowi ke Waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur, Sabtu (5/10/2013).

Mega dan Jokowi memang semakin dekat. Hari ini saja Mega dan Jokowi bersama-sama meninjau dua waduk yakni Waduk Pluit di Jakarta Utara dan Waduk Ria Rio di Jakarta Timur.

Tak hanya itu saja keduanya juga terlihat akrab, selain semobil dalam kunjungan ini, keduanya juga sempat makan bareng di warteg.

Terkait capres PDIP sendiri saat Rakernas Ancol Mega sudah menjelaskan baru akan dimunculkan setelah Pemilu Legislatif. Namun dorongan di internal PDIP terkait pencapresan Jokowi memang semakin menguat.

4. Garis Tangan, Allah yang Punya

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri masih enggan menanggapi gegap gempita Pilpres 2014 yang akan berlangsung tiga tahun lagi. Mega bilang, Pilpres masih jauh.

"Ah masih jauuuh itu ya," jawab Megawati saat ditanya Yusri, siswa dari SMA Padang, pemenang lomba cerdas cermat 4 pilar bangsa yang diselenggarakan oleh MPR.

Hal tersebut disampaikan Mega di kediamannya di Jl Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (29/10/2011).

Dari tiga siswa yang diberi kesempatan untuk bertanya, semua menanyakan kepada Megawati seputar rencana pencapresannya kelak. Mega juga ditanya tentang perasaannya saat menggantikan Gus Dur yang lengser.

"Itu kan garis tangan Allah yang punya. Dan itu rezeki kita," jawab Megawati.

Namun demikian, menurut Mega, PDIP sebenarnya yang menjadi pemenang dalam Pemilu 1999. "Tahun 1999 kan PDIP yang menang. Kalau ikuti aturannya, saya berkesempatan jadi orang pertama (Presiden). Tapi ini politik, akhirnya saya jadi Wapres," cerita Presiden kelima RI tersebut.

Hadir dalam acara ini Ketua MPR yang juga suami Megawati, Taufiq Kiemas, beserta seluruh pimpinan MPR. Usai acara, Megawati langsung memasuki rumahnya.

5. Cari Momentum Baik

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merasakan dinamika di internal partai soal pencapresan. Namun untuk yang kesekian kalinya, Mega meminta bersabar untuk bisa deklarasi siapa calon yang nanti akan diusung.

"Memang di dalam dinamika rakernas ini, saya sangat merasakan suasana kebatinan. Tapi seperti yang juga dikatakan oleh Bung Karno, sebagai sebuah alat perjuangan, maka satu hal yang harus kita punyai di dalam sumber daya manusianya adalah kesabaran. Dan bukan hanya saja kesabaran, tapi juga sebuah kesabaran yang revolusioner. Artinya kita harus tetap sabar untuk mencari sebuah momentum yang sangat baik," kata Mega di Econvention Building, Ecopark, Ancol, Minggu (8/9/2013).

Jika kader partai ingin PDIP bisa mengusung sendiri pasangan capres-cawapres, Mega meminta agar target 152 kursi di DPR bisa tercapai. Dan satu-satunya cara agar bisa mendapatkan perolehan suara itu melalui kerja keras.

"Kita tetap harus bekerja keras seperti apa yang kita inginkan. Tanpa kerja keras, artian kerja keras itu selalu saya katakan turun ke bawah," tegas Mega.

Jika kurang dari itu, PDIP harus berkoalisi dengan partai lain untuk bisa memunculkan calon. Dan kondisi itu pernah dialami juga oleh PDIP.
Halaman 2 dari 6
(aan/ndr)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads