Kenikmatan berwisata itu sempat diusik oleh hadirnya preman dan penjambret. Terakhir, polisi menembak 3 orang preman di Monas pada Rabu (18/12).
Namun kejadian tersebut ternyata tidak membuat resah para pengunjung. Mereka tetap asik menikmati aktivitas berwiata. Ada yang berpiknik di bawah pohon, berbelanja, atau sekedar foto foto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun aman, Amir mengaku tidak tahu lokasi pos pengamanan terdekat dari tempat dia berada. Tak dilihatnya penunjuk pos pengamanan.
"Wah, nggak ada ya panah penunjuk pos polisi," ucapnya sambil menengok ke kanan dan ke kiri.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Afwan (53) yang datang bersama istri dan kedua anaknya. Dia merasa tidak pernah melihat ada petugas keamanan yang berpatroli di sekitar monas.
"Kalau benar banyak penjambretan, harusnya ada lah petugas yang patroli, supaya nggak terulang lagi," kata pria yang tinggal di Ulujami ini.
Indah (26), karyawan swasta asal Bogor, yang datang bersama kekasihnya mengaku tahu tentang kejadian tersebut. Tetapi perempuan yang sudah berkali-kali ke Monas tidak takut atau resah.
"Enak sih jalan-jalan ke sini, mampir sebelum nanti malam mingguan," ujarnya.
(ndr/ndr)











































