Menag: Tinggalkan Kebiasaan Menjamu Pejabat Pusat Berlebihan
Kamis, 25 Nov 2004 16:22 WIB
Jakarta -
Menteri Agama (Menag) Muhammad Maftuh Basyuni terus berupaya membersihkan jajarannya. Menag meminta agar pejabat daerah berani meninggalkan kebiasaan menjamu pejabat pusat secara berlebihan. "Pejabat pusat kalau ke daerah supaya diterima dengan wajar, jangan berlebih-lebihan. Tinggalkan kebiasaan menjamu pejabat pusat yang berlebihan,” pinta Menag di hadapan para Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama di Operation Room, Kantor Depag, Jl. Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/11/2004).Maftuh kembali menegaskan kembali agar pejabat Depag dimana pun bertugas harus dapat menjadi contoh yang baik. “Kinerja Departemen Agama harus menjadi contoh departemen lainnya dalam hal pemberantasan KKN,” tegasnya. Karena itu, Menag menegaskan, untuk menjaga kewibawaan perlu bersih dan untuk bersih perlu contoh, karena pemimpin adalah panutan. "Kalau kalau kita ingin ditaati, harus bersih dari KKN," tegasnya lagi.“Kecurangan yang dilakukan pejabat pusat, dan pejabat di daerah ikut mengakomodir, maka bapak-bapak ikut berdosa. Menandatangani yang bukan haknya itu dosa. Tanpa sadar bapak telah menumpuk deposit dosa yang berapa banyaknya. Saya tidak mau ikut-ikutan. Jika tidak ada kecurangan di pusat, otomatis daerah akan mengikuti,” papar Menag.Depag, menurut Basyuni, tidak sejelek yang digambarkan orang, apalagi ada embel-embel agama. Oleh karena itu, lanjutnya, tidak pantaslah berembel-embel agama berbuat curang.Berkaitan dengan kerukunan umat beragama, Menag meminta seluruh kepala kanwil Depag berperan aktif memelihara kerukunan antarumat beragama di daerahnya masing-masing. “Ciptakan kegiatan yang realistis dan bersentuhan langsung dengan kepentingan umat beragama,” ucapnya.Menurut Menag, gesekan antar umat beragama sebenarnya dapat segera diatasi, asal semua pihak bersungguh-sungguh dan bekerja keras “Para Dirjen dan Ka.kanwil harus aktif untuk mengatasi persoalan seputar kerukunan antar umat beragama,” tegasnya.Soal rekrutmen PNS di lingkungan Departemen Agama, Menag berharap para Kakanwil tidak ikut-ikutan menitipkan kelurganya untuk menjadi PNS. Kakanwil harus berani memelopori sikap yang bersih dalam melakukan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) secara wajar dan sesuai prosedur. “Kita memang perlu SDM yang baik, jadi jangan main titip-titipan. Kalau ada yang titip-titip di daerah jangan diteruskan ke pusat. Bilang saja itu kebijakan Menteri Agama,” tegas Menag.
(asy/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
