1. Tidak Pernah Gerakkan Massa
|
|
"Saya nggak tahu ke depannya akan seperti apa. Yang pasti Ibu selalu mengharapkan Banten kondusif," kata Juru Bicara Keluarga Ratu Atut, Fitron Nur Ikhsan, usai diskusi Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jalan Cikini, Jakpus, Sabtu (21/12/2013).
Fitron mengatakan aksi-aksi demonstrasi yang terjadi di Banten bukanlah suruhan dari Ratu Atut. Melainkan ada beberapa orang yang punya kepentingan sendiri.
"Sejak awal Ibu tidak pernah menggerakkan massa. Tapi banyak orang yang simpatik ingin bantu, padahal Ibu tidak mau," ujar Fitron.
Fitron mengatakan sejak Ratu Atut ditetapkan menjadi tersangka hingga ditahan, banyak pihak yang mengganggu keluarga. Namun, ada juga yang memberi dukungan.
2. Sasaran Empuk Isu
|
|
"Ibu Atut seperti sitting duck (sasaran empuk). Jadi semacam ada cipta kondisi yang diciptakan buat cari popularitas dan meningkatkan kinerja," kata Jubir Keluarga Atut Fitron Nur Ikhsan alam Polemik Sindo Radio di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (21/12/2013).
Menurut Fitron, Atut memang sudah ditargetkan untuk mengalihkan isu-isu yang sebelumnya ramai dibicarakan. Dia juga menyalahkan media yang dinilai telah mencitrakan Atut bersalah sebelum persidangan.
"Jadi kami rasa ini ada seperti pengalihan isu, karena sebelumnya sedang ramai kasus Century," imbuh Fitron.
Fitron menambahkan, selama ini Bu Atut sangat kooperatif kepada KPK. "Kami keluarga memang tidak memutuskan, tapi kami yakin Ibu tidak bersalah," imbuh Fitron.
3. Penahanan yang Dramatis
|
|
"Keluarga menganggap ini terlalu cepat, rasa batin kami begitu cepat," ujar Fitron di Warung Daun di Jalan Cikini, Jakpus, Sabtu (21/12/2013).
Fitron mengatakan, tapi keluarga tetap menyerahkan semua permasalahan kasus ini ke KPK. Dan keluarga tidak mau menerka-nerka.
"Penyebab proses secepat ini keluarga tidak mau menerka-nerka. Tapi proses ini sangat dramatis, apa iya pemberkasan bisa dilengkapkan, saya tidak yakin 50-80 persen sudah siap," jelas Fitron.
Fitron mengatakan, keluarga sempat melarang Atut untuk hadir karena keadaan Atut yang sedang sakit.
"Tapi ibu tetap mau pergi karena ingin jelaskan. Dan selama ini ibu kooperatif. Jadi kita serahkan saja ke KPK," imbuh Fitron.
Halaman 2 dari 4











































