10 Tahun Dinamika Hubungan Strategis Indonesia - Rusia

10 Tahun Dinamika Hubungan Strategis Indonesia - Rusia

Rivki - detikNews
Sabtu, 21 Des 2013 03:08 WIB
10 Tahun Dinamika Hubungan Strategis Indonesia - Rusia
Jakarta - Pada awal pekan ini, KBRI Moskow telah menyelenggarakan Roundtable Discussion: Indonesia Russia Relationship Update di Swissotel Krasnye Holmy, Moskow. Acara tersebut dihadiri oleh stakeholders terbatas Rusia yang berasal dari perwakilan Kementerian Luar Negeri Rusia serta berbagai kementerian lain, anggota parlemen, kalangan pengusaha, akademisi, pers dan mitra-mitra serta sahabat-sahabat KBRI Moskow yang lain. Acara tahun ini juga dihadiri oleh Kepala Lembaga Sandi Negara RI, Mayjen Djoko Setiadi dan jajarannya sebagai tamu khusus.
 
Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Rusia dan Belarus, Djauhari Oratmangun menyampaikan ucapan terima kasih kepada para mitra dan sahabat indonesia di Rusia atas kerjasamanya meningkatkan hubungan dan kerjasama bilateral kedua negara.
 
“Tahun 2013 merupakan tonggak bersejarah karena menandai 10 tahun ditandatanganinya Deklarasi mengenai Kerangka Hubungan Persahabatan dan Kemitraan antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia dalam Abad ke-21 yang merupakan fondasi kokoh untuk dibangunnya hubungan RI-Rusia yang lebih kuat”, ujar Duta Besar Oratmangun dalam siaran persnya kepada detikcom, Sabtu (21/12/2013).
 
“Tahun ini merupakan tahun yang cukup dinamis karena telah terselenggaranya KTT G20 di St. Petersburg, Rusia yang dihadiri Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono serta partisipasi Presiden Rusia Vladimir Putin di KTT APEC di Bali dimana Indonesia menjadi tuan rumah”, tambah Duta Besar.
 
Dalam presentasinya, Duta Besar menyampaikan bahwa hubungan Indonesia-Rusia mengalami peningkatan signifikan di berbagai bidang. Berbagai indikator perdagangan, investasi dan pariwisata menunjukkan trend positif yang diharapkan dapat dipertahankan di tahun-tahun mendatang.
 
Salah satu yang cukup menonjol adalah dalam bidang perdagangan, yang untuk periode Januari - Agustus 2013 tercatat sebesar USD 2,44 miliar. Sebagai perbandingan, total nilai perdagangan 2012 adalah sebesar USD 3,37 miliar. Pada tahun 2015, target perdagangan kedua negara diharapkan mencapai USD 5 miliar.
 
Di tahun 2013, juga terjadi kontak bisnis lebih intensif antara kedua negara dan tidak sedikit usasha berskala besar, menengah maupun kecil yang merintis usaha dengan Indonesia antara lain Russal, Russian Railway, Norilsk Nickel dan KAMAZ. Investasi Rusia di Indonesia ini juga diharapkan terus meningkat di tahun-tahun mendatang. Bukan hanya di bidang Ekonomi dan Perdagangan, namun hubungan RI-Rusia dalam berbagai bidang lain termasuk Politik dan Sosial Budaya juga terus mengalami peningkatan yang signfikan.
 
Menanggapi paparan Duebs RI tersebut, para pembicara lain juga menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar atas penyelenggaraan acara ini dan sepakat bahwa hubungan bilateral RI-Rusia telah meningkat secara signifikan. Salah satu pembicara utama, Mr. Shamil Abrashitov dari perwakilan perusahaan KAMAZ bahkan menjelaskan bahwa telah ada hasil konkrit dari kerjasama perusahaannya dengan perusahaan Indonesia, PT Data Ina. Kerjasama tersebut semakin kuat dengan adanya protokol kerjasama joint assembly truk di Indonesia.
 
“Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial di kawasan Asia dan kami berharap kerjasama yang ada dapat ditingkatkan lebih jauh lagi,” ujar Shamil.
 
Sebagai selingan, hadirin dihibur oleh penampilan tarian tradisional Blantek oleh Titik Putraningsih, dosen Universitas Negeri Yogyakarta yang tengah ditugaskan mengajar bahasa Indonesia di Institut Negara-Negara Asia dan Afrika, Universitas Negeri Moskow, yang mendapatkan sambutan meriah dari penonton.
 
Acara Roundtable Discussion sudah menjadi tradisi tahunan KBRI Moskow. Acara ini memungkinkan bertemunya jajaran KBRI Mosow dengan berbagai rekan dan sahabat dari Rusia untuk mendiskusikan berbagai pencapaian dalam hubungan bilateral RI-Rusia di bidang politik, pertahanan, ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan protokol serta konsuler. Selain itu, melalui diskusi yang terbuka, diharapkan dapat mempererat hubungan bilateral RI-Rusia dengan cara pertukaran ide, pencarian terobosan baru dan penyelesaian masalah bersama para mitra dan sahabat.

(rvk/bal)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini