NCC Sangsikan Para Kandidat Ketum PBNU 'Bermain Bersih'

NCC Sangsikan Para Kandidat Ketum PBNU 'Bermain Bersih'

- detikNews
Kamis, 25 Nov 2004 16:05 WIB
Solo - Nahdliyyin Crisis Center (NCC) menyangsikan para kandidat ketua umum PBNU yang akan bertarung dalam Muktamar NU ke-31 mendatang akan 'bermain bersih'. NCC juga mendesak tokoh yang tidak direstui para kiai sepuh agar mengurungkan pencalonannya.Hal tersebut dilontarkan saat jumpa pers peluncuran buku Hasil Mubes Warga NU dan deklarasi NCC di Pesantren Mahasiswa Al-Muayyad Windan, Solo, Kamis (25/11/2004). NCC menemukan sinyalemen politik uang yang dilakukan oleh salah seorang tokoh yang ingin menjadi ketua umum PBNU."Muktamar di Solo kali ini rawan dengan tindak politik uang. Selain pelaksanaan muktamar yang paralel dengan pilpres karena ada figur calon pun merupakan bagian dari pilpres, tempat muktamar yang tidak berada di pesantren sepertinya sudah dirancang untuk men-strerilkan dan memuluskan skenario yang telah dirancang," ujar Luthfi Rachman, salah seorang aktivis di NCC.Dia juga menyampaikan indikasi politik uang itu dapat dirasakan dari kucuran dana cukup besar yang diterima oleh pengurus pimpinan cabang (PC) NU di sejumlah daerah dengan dalih untuk membangun kantor NU setempat. "Karenanya, kami mendesak kalau memang benar-benar bersih, PBNU segera melakukan transparansi pendanaan muktamar," lanjutnya.Hal serupa juga disampaikan oleh Koordinator NCC Jazuli A Kasmani. Jazuli mengatakan, hingga saat ini PBNU belum pernah membuka dari mana asal dana untuk muktamar. "Kami denganrmencapai Rp 10 miliar. Itu uang darimana. Di NU tidak ada iuran warga, jadi wajar kalau kami warganya menanyakan asal dana itu," kata dia.Dukungan KiaiJazuli juga mencurigai adanya kepentingan pragmatis oleh panitia yang tidak mengundang para kiai kultural dalam arena muktamar. Dari catatan yang dimiliki menantu Mbah Liem ini, para kiai yang tidak diundang itu adalah yang dinilai tidak akan mendukung pencalonan seorang tokoh untuk duduk sebagai ketua umum PBNU.Namun demikian jika para kiai itu tetap akan datang ke arena muktamar, NCC akan berusaha mencarikan tempat atau penginapan bagi mereka. "Merekalah yang sesungguhnya soko guru NU. Selain itu kami dengar Syuriah PCNU Solo juga telah menyediakan rumah khusus bagi para kiai dari Madura yang berkenan hadir," ungkapnya.Sementara itu aktivis NCC lainnya Miftah Faqih mengimbau agar seorang tokoh yang jelas-jelas tidak direstui pencalonannya oleh para kiai sepuh seyogyanya tidak mengurungkan niatnya. Menurut dia, langkah itu harus dilakukan untuk menghindari persoalan yang jauh lebih rumit jika tokoh itu terpilih sebagai ketua umum dalam kondisi tidak direstui para kiai."Otoritas tertinggi NU ada pada para kiai, bukan pada PBNU. Kalau seseorang yang telah dinilai buruk oleh para kiai itu kemudian benar-benar terpilih menjadi ketua umum dengan berbagai upayanya, kami khawatir opsi membuat NU tandingan yang disampaikan oleh para kiai itu akan benar-benar terlaksana. Hal itu akan menjadi tragedi besar bagi NU," ujar dosen Ushuluddin UIN Yogyakarta tersebut. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads