Ini Evaluasi Ahok Soal Kartu Jakarta Pintar

Ini Evaluasi Ahok Soal Kartu Jakarta Pintar

- detikNews
Jumat, 20 Des 2013 19:55 WIB
Ini Evaluasi Ahok Soal Kartu Jakarta Pintar
Ilustrasi: Siswa menerima KJP (Agung/detikcom)
Jakarta - Sudah hampir setahun Pemprov DKI Jakarta merealisasikan Kartu Jakarta Pintar (KJP) untuk membantu siswa-siswi yang kurang mampu. Wagub DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengevaluasi masih adanya beberapa kekurangan dari KJP.

"Masih banyak yang double-double. Ada satu orang dua nama, jadi banyak yang nggak bisa ambil. Makanya kita lock. Bukan salah di bank, salah di sekolah yang kirim data kayak salah tulis nama," ucap Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (20/12/2013).

Tak hanya itu, evaluasi KJP lainnya adalah temuan soal siswa yang terputus menerima KJP hanya karena pindah sekolah dari negeri ke swasta. "Kita temukan di lapangan ada anak yang di SD negeri dapat KJP, pas masuk SMP negeri tesnya kurang. Dia nggak dapat KJP, dia paksa masuk swasta. Nah KJP putus," paparnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Harusnya, kata Ahok, siswa yang lanjutan SD tetap dikasih KJP sehingga SMP dan SMA tetap dapat. "Itu yang mau kita jaga, sistem ini yang harus kita punya," ujarnya.

"Sekarang bagi kita yang penting tepat sasaran saja, jangan sampai anak tidak mampu tidak dapat (KJP-red)," tegas mantan Bupati Belitong Timur itu.

KJP mulai dibagikan Pemprov DKI pada 1 Desember 2012. Kartu tersebut berbentuk serupa ATM berisi uang yang berbeda-beda. Untuk siswa/i SMA atau SMK diberikan Rp 240.000, SMP sebesar Rp 210.000 dan SD Rp 180.000.

(/nrl)


Berita Terkait