'Kursi Panas' Gubernur Banten, Atut dan Djoko yang Tersangkut Korupsi

'Kursi Panas' Gubernur Banten, Atut dan Djoko yang Tersangkut Korupsi

Rachmadin Ismail - detikNews
Jumat, 20 Des 2013 17:07 WIB
Kursi Panas Gubernur Banten, Atut dan Djoko yang Tersangkut Korupsi
Jakarta - Dalam rentang waktu 10 tahun terakhir, kursi gubernur Banten 'panas' karena kasus korupsi. Gubernur Djoko Munandar dan Ratu Atut Chosiyah jadi pelakunya.

Sebelum naik menjadi gubernur, Ratu Atut adalah wakil gubernur di periode 2002-2007 bersama Djoko Munandar. Lalu pada tahun 2005, Djoko terkena kasus penyalahgunaan dana Rp 14 miliar untuk memperkaya anggota DPRD Banten. Djoko divonis dua tahun penjara dan denda Rp 100 juta di tingkat pertama.

Djoko meninggal dunia pada 4 Desember 2008 pada usia 60 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah Djoko berkasus, Atut naik jadi pelaksana tugas gubernur Banten. Dia pun menduduki jabatan itu hingga akhir jabatan.

Pada Pilkada Banten berikutnya, Atut lalu maju bertarung untuk mempertahankan kursi Banten 1. Atut yang berpasangan dengan Mohammad Masduki didukung oleh Partai Golkar, PDIP, PBR, PBB, PDS, Partai Patriot, dan PKPB. Atut memenangkan perolehan suara dan ditetapkan oleh KPUD Banten sebagai gubernur.

Lalu setelah periode pertamanya usai, Atut kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur pada Pilkada Banten 2011. Kali ini dia menggandeng Rano Karno. Hasil pilkada tersebut diumumkan oleh KPUD Banten pada tanggal 30 Oktober 2011 dan memastikan pasangan Ratu Atut Chosiyah dan Rano Karno memenangkan pilkada.

Namun, baru dua tahun menjabat, Atut kini harus mengulangi apa yang terjadi pada eranya bersama Djoko. Dia terjerat kasus dugaan korupsi suap Pilkada Lebak kepada mantan ketua MK Akil Mochtar. Kali ini, Atut yang menjadi gubernur dan akan dinonaktifkan karena sudah ditahan KPK.

Posisi Atut pun bakal digantikan wakilnya, Rano Karno. Ini mengulangi siklus 8 tahun sebelumnya terhadap apa yang menimpa Djoko.

(mad/nrl)


Berita Terkait