4 Luapan Cinta Sang Jawara Banten untuk Ratu Atut

4 Luapan Cinta Sang Jawara Banten untuk Ratu Atut

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Jumat, 20 Des 2013 15:53 WIB
4 Luapan Cinta Sang Jawara Banten untuk Ratu Atut
Jakarta - Ratusan pendukung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah tumplek di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Massa yang didominasi jawara Banten ini memberikan dukungan kepada Sang Ratu yang tengah diperiksa.

Atut kini menyandang status tersangka kasus dugaan Pilkada Lebak dan proyek pengadaan alat kesehatan di Banten.

Dukungan massa Atut dituangkan dalam aksi unjuk rasa hingga peragaan silat. Pendukung orang nomor satu di Banten itu menilai Atut banyak jasanya membangun Banten. Mereka tidak ingin Atut diganggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Berikut 4 luapan cinta Sang Jawara Banten untuk Ratu Atut:



1. Tantang Adu Silat

Ratusan pendukung Ratu Atut Chosiyah masih setia menunggu Gubernur Banten yang tengah menjalani pemeriksaan di kantor KPK. Dalam orasinya, massa yang di antaranya berasal dari perguruan silat di Banten ini menantang Ketua KPK Abraham Samad untuk berduel.

"Abraham Samad, kalau berani turun!" ujar orator massa bernama Abah Rawing di depan kantor KPK Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (20/12/2013).

Abah Rawing berorasi sekitar 15 menit menggunakan bahasa sunda dialek Banten. Usai berorasi, dia turun ke jalan jalur lambat Jl Rasuna Said dan memperagakan pencak silat.

Massa yang bergerombol lantas memberi ruang kepada Abah Rawing. Seperti bulatan kosong di tengah kerumunan massa.

Kaki kanannya maju ke depan, gerak tangannya mengikuti. Mirip seperti gerakan Si Pitung ketika memasang kuda-kuda, Abah Rawing lantas menari-nari, memamerkan pukulan dan tendangan.

"Eaa.. Eaa," gemuruh massa menanggapi setiap gerakan Abah Rawing.

"Samad, turun Samad!" kata Abah Rawing yang mengenakan jubah warna hitam ini.

Tak lama kemudian, Rawing meninggalkan 'arena'. Seorang pria mengambil alih megaphone, meminta massa untuk beristirahat.

2. Shalawat untuk Samad

Ratusan pendukung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menggelar demo di depan kantor KPK di Kuningan, Jakarta Selatan. Dalam demonstrasi itu, para pendukung Atut sempat melantunkan shalawat.

"Allahu Akbar! Allahu Akbar! Mari bersama-sama kita membaca shalawat bersama-sama," ucap seorang wanita dari atas mobil komando demo, di depan gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (20/12/2013).

Dipimpin perempuan berkerudung kuning tersebut, para pendemo lantas menyenandungkan shalawat bersama-sama. "Shalatullah shalamullah....," teriak massa.

Dalam demo tersebut, massa pendukung Atut ini juga menyoroti sikap Ketua KPK Abraham Samad yang dinilai tak proporsional dalam penetapan Atut sebagai tersangka. Mereka menilai ketua KPK ini tak beretika mengaitkan praktek santet dengan Provinsi Banten.

"Mari bersama-sama kita membacakan Al Fatihah untuk Abraham Samad. Agar ia lebih mengedepankan etika dan institusi bukan yang suka ceplas-ceplos," ucap orator yang langsung disambut sorakan massa.

Menurut catatan detikcom, Abraham Samad tak pernah mengaitkan santet dengan Banten. Pada bulan Oktober 2013 Samad sempat ditanya wartawan apakah dia tidak takut disantet karena menjadikan orang kuat di Banten sebagai tersangka. Atas pertanyaan itu Samad menjawab, "Tuhan akan melindungi segenap insan KPK."

Sekitar pukul 10.00 WIB, Atut datang ke KPK untuk pertama kalinya sejak ditetapkan sebagai tersangka. Ia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pilkada Lebak dan proyek pengadaan Alkes Banten.

3. Ganggu Ibu Atut, Hadapi Kami!

Pendukung Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah berunjuk rasa di depan gedung KPK. Mereka datang untuk menyatakan dukungannya terhadap Atut.

"Kalau ada yang ganggu Ibu Atut, akan berhadapan dengan kami. Berhadapan dengan masyarakat Banten," teriak salah seorang orator di depan KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (20/12/2013).

Para pendukung Atut ini menamai dirinya Presidium Banten Bersatu. Mereka berorasi di jalur lambat dari Menteng menuju Mampang Prapatan di depan kantor KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Jalur ini terpaksa ditutup oleh pihak kepolisian.

Massa ini datang untuk memberikan dukungan pada Atut yang saat ini masih menjalani pemeriksaannya di dalam gedung KPK.

Selain memberikan dukungan, mereka juga menuntut ketua KPK Abraham Samad meminta maaf atas ucapannya yang menyinggung persantetan di daerah Banten.

4. Klarifikasi Santet

Massa pendukung Atut memaksa dan mengancam masuk untuk bertemu Ketua KPK Abraham Samad. Setelah beberapa saat, akhirnya 6 orang perwakilan pendemo diizinkan untuk bertemu dengan pihak KPK.

Sebanyak 6 orang massa pro Atut diizinkan masuk ke gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jaksel, Jumat (20/12/2013) menjelang pukul 14.00 WIB.

Mereka berharap dapat bertemu dengan salah satu pemimpin KPK. Saat ditanya apa tuntutan mereka pada pimpinan KPK, para perwakilan pendemo ini enggan mengatakan.

"Nanti dulu setelah kita ketemu," ucap salah satu pendemo.

Berdasarkan informasi di lapangan, para pendemo ini diterima oleh bagian Pengaduan Masyarakat KPK.

Massa pro Atut ini meminta bertemu Ketua KPK Abraham Samad untuk meminta penjelasan terkait ucapan yang mengaitkan Provinsi Banten dengan praktik santet.

Massa sempat berteriak mengolok-olok Abraham Samad dengan sebutan banci. Massa sempat memaksa masuk dan berdesakan dengan aparat kepolisian yang berjaga. Syukurlah tidak terjadi konflik lebih lanjut.

Menurut catatan detikcom, Abraham Samad tak pernah mengaitkan santet dengan Banten. Pada bulan Oktober 2013 Samad sempat ditanya wartawan apakah dia tidak takut disantet karena menjadikan orang kuat di Banten sebagai tersangka. Atas pertanyaan itu Samad menjawab, "Tuhan akan melindungi segenap insan KPK."



Halaman 2 dari 5
(aan/nrl)


Berita Terkait