Petugas Kebersihan Lompat dari Lantai 10 Gedung Pertamina
Kamis, 25 Nov 2004 14:40 WIB
Jakarta - Komarudin (35) seorang cleaning service PT Bima Putra Utama terjun bebas dari lantai 10 Gedung Pertamina di Jl. Kramat Raya, Jakarta, Kamis (25/11/2004). Korban diduga mengalami stres karena posisinya di perusahaan dipindah. Kondisi korban sangat mengenaskan. Tangan dan kakinya patah serta kepala pecah. Dilihat dari mata korban yang tertutup kaos, kemungkinan korban meloncat dengan mata tertutup. Di dekat tubuh korban, ditemukan secarik kertas bertuliskan "Lebih Baik Mati Daripada Dituduh". Tidak ada saksi mata yang melihat secara langsung saat korban meloncat dari atap gedung. Menurut Mugeni, tukang parkir gedung, saat itu dirinya sedang mencuci mobil, sekitar pukul 12.00 WIB. Tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Awalnya, ia mengira telah terjadi kecelakaan di Jl. Kramat Raya. Ternyata, bunyi tubuh Komarudin yang menghantam tanah. Beberapa teman dekat korban menduga, warga Petamburan RT 009/RW 007 itu mengalami stres. Pasalnya, sebelum puasa Komarudin dipindah posisinya dari tukang bikin minuman di lantai 3 menjadi cleaning service di lantai 1. Sebelum kejadian, korban yang biasanya ceria juga terlihat murung. Adik kandung korban, Cucuk Kusmana tidak menduga kakaknya akan melakukan tindakan itu. Ia sama sekali tidak melihat kakaknya sedang ada masalah serius. "Jadi nggak tahu mengapa dia bunuh diri," ungkapnya di Mapolres Jakpus yang letaknya di samping gedung itu. Saat ini, kasus Komarudin telah ditangani Polres Jakpus. Cucuk, Mugeni dan 2 orang satpam Pertamina, yakni Darmansyah dan Andi Revani dimintai keterangan polisi sebagai saksi. Sedangkan jenazah korban langsung dibawa ke RSCM.
(rif/)











































