Kalsim, Wanita Penantang Bahaya

Menyisir Perlindungan TKI (2)

Kalsim, Wanita Penantang Bahaya

- detikNews
Kamis, 19 Des 2013 20:54 WIB
Kalsim, Wanita Penantang Bahaya
Abu Dhabi - Tidak banyak wanita yang punya nyali untuk menembus bahaya perang. Tapi yang satu ini benar-benar nekad. Menatap bahaya dengan senyuman yang mengembang. Penuh perhitungan ataukah sekadar ketidaktahuan?

Kurang dari 10 menit lagi boarding dimulai. Pesawat dari maskapai penerbangan Arab yang akan mengantarkan saya dari Dubai menuju Amman, ibukota Jordania, sudah siaga. Pramugari dan pilot sudah di dalam pesawat. Sedangkan petugas boarding dua kali mengumumkan bahwa schedule penerbangan tidak ada perubahan, alias tepat waktu.

Tiba-tiba, di sebuah pojokan ruangan yang penuh penumpang itu terlihat seorang wanita tengah baya berpakaian cukup cerah. Meskipun tidak teralu beda dengan penumpang lain, namun tidak mudah juga menutupi siapa jati dirinya. Dialah TKW yang sedang menuju tempat tujuan, salah satu negara di Timur Tengah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku bernama Kalsim, berasal dari Praya, Lombok. Wanita yang selalu mengumbar senyum ini mengaku sudah dua kali jadi TKW. Di Damam dan Jeddah, keduanya di Kerajaan Saudi Arabia. Ia kini akan berpetualang ke negeri yang sedang berkecamuk perang saudara, Syria. Tepatnya, di kota Damaskus.

Sejurus kemudian, dari kejauhan, tampak dua pria asal Indonesia terlihat mendekati Kalsim. Dengan halus dikabarkannya bahwa Syria saat ini sedang tidak aman. Sedang terjadi percekcokan yang menghempaskan banyak nyawa manusia. Keamanan tidak terjamin. Diberitahukan juga bahwa negara tujuannya kali ini sedang diberlakukan moratorium pengiriman tenaga kerja. Mendengar itu, Kalsim hanya tersenyum simpul. Tidak kaget apalagi membatalkan niatnya.

Diingatkan beberapa pria yang ternyata berasal dari Kemlu RI dan BNP2TKI itu, tiba-tiba Kalsim menyatakan bahwa ia tidak jadi ke Damaskus, melainkan ke Amman, ibukota Jordania. Ia menegaskan bahwa ada beberapa temannya telah bekerja di sana dan rutin mengirimkan gajinya ke Indonesia. Tidak perlu ada kekhawatiran, akunya, walaupun Jordania saat ini juga sedang diberlakukan moratorium pengiriman TKI.

Bukan hanya itu, Kalsim enggan menunjukkan paspornya kepada pejabat Indonesia tersebut. Mungkin tidak mau ketahuan identitas sebenarnya. Sepertinya ia sudah mahir menyiasati keadaan. Tahu betul bagaimana cara-cara menuju negeri tujuan dengan cara yang tidak lazim.

Mengapa Kalsim tiba-tiba memberikan pernyataan yang berbeda dalam waktu sekejab? Hanya dia dan Tuhan yang paling tahu. Uniknya lagi, yang bersangkutan mengaku hanya kenal nama salah satu nama pengurus PJTKI di Jakarta dan tidak tahu di mana alamatnya apalagi nomor teleponnya. Ia sepertinya menyembunyikan sesuatu dan tidak mau orang lain mengetahuinya.

Yang jelas, karena kedua negara (Syria dan Jordania) masih dalam posisi moratorium, berarti Kalsim adalah TKI dalam katagori "illegal", tidak dilengkapi dengan dokumen kerja resmi apalagi asuransi. Kalsim merupakan salah satu dari ribuan TKI yang meninggalkan tanah air untuk mencari sesuap nasi melalui "jalan tikus". Tindakan itu bukanlah sebuah kejahatan, namun pasti memiliki potensi masalah yang relatif besar.

Kalsim mengaku berangkat tidak langsung menuju Amman. Dari Lombok, ia menuju Jakarta untuk tinggal beberapa saat. Kemudian ia terbang ke Kuala Lumpur. Di sana ia didampingi seseorang sebelum terbang ke Amman, Jordania.

Menurut sebuah sumber, Kuala Lumpur seringkali dibuat transit para TKI illegal menuju tempat tujuan. Disanalah, kabarnya, tinggal sekelompok orang yang biasa menjadi perantara para TKI Indonesia menuju negeri tempat kerjanya. Bahkan, tidak jarang para TKI illegal kita menuju tempat tujuan melalui jalan yang berliku: Surabaya ke Batam, lalu ke Kuala Lumpur baru ke negara tujuan.

Tiba di bandara Amman, Jordania, Kalsim tidak bisa kemana-mana karena tidak punya visa. Ia hanya mondar-mandir, bahkan sempat ditanyai oleh petugas imigrasi. Kelihatannya ia menunggu seseorang untuk menyelamatkannya. Bila seperti ini, siapa yang bisa menjamin keselamatan Kalsim?

(rmd/rmd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads