"Tergantung investor. Tapi kami tetap beli. Kita akan beli 3.000 (metromini)," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (19/12/2013).
Ahok menjelaskan, Pemprov DKI ke depan akan terus memperbanyak armadan bus untuk transportasi massal. Tujuannya, agar warga Jakarta beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal. Bahkan bus-bus yang disediakan nanti, akan masuk hing ke perumahan-perumahan, terutama perumahan kelas menengah ke atas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya bus-bus baru nanti, menurut Ahok, tidak hanya Metromini yang diuntungkan, tetapi juga perusahaan serupa yakni Kopaja dan Kopami. "Karena jauh dekat kan Rp 6.000. Dia (bus nantinya) cuma dekat saja asal didrop saja di busway," kata Ahok.
Ahok berharap setelah armada bus-bus baru untuk kebutuhan transportasi massal tercukupi, Kementerian Perhubungan dapat memberi izin kepada bus-bus tersebut untuk dapat menggunakan bahu jalan. Khususnya jika kondisi lalu lintas sedang macet.
"Bus-bus luar kota juga sama. Dia boleh pakai (bahu jalan). Mudah-mudahan Menhub bisa setuju, dia (bus) boleh pakai bahu jalan. Dia (bus) seperti pejabat, presiden lewat. Jadi kalau lagi macet bahu jalan dikosongkan untuk yang lewat. Pake patwal dikawal. Dari luar kota akan suka naik bus, dia akan berhenti dimana," imbuhnya.
Menurut Ahok, jika terobosan transportasi massal tidak dilakukan saat ini juga, kemacetan di Jakarta tahun depan akan mengalami deadlock.
"Konsep seperti itu kalau nggak, 2014 akan deadlock. Betul-betul akan mampet ini, belum lagi kita mau bangun MRT, jalan layang untuk busway ada 3 lagi koridor yang belum selesai," cetus Ahok.
(rmd/)










































