"Sekarang banyak ramai-ramai anggota DPR diperiksa, masuk KPK, dipenjara. Tapi sewaktu zaman saya, tidak ada," kata JK di Universitas Indonesia, Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2013).
Saat dirinya menjadi Ketum Golkar, JK mengaku telah mewanti-wanti kadernya agar tidak melakukan korupsi. Jika terbukti melakukan korupsi, partai tak akan membela. Bahkan tegas, kader akan dipecat dari partai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
JK bercerita, para kader parpol acap kali mengatasnamakan partai dalam melakukan korupsi di proyek-proyek yang mereka dapatkan. Namun sesungguhnya kader yang korupsi itu hanya ingin meraup keuntungan untuk diri sendiri.
"Tidak boleh cari uang untuk partai! Mereka selalu mencari keuntungan proyek di DPR untuk kepentingannya, tapi selalu atas nama partainya. Dia cari proyek, misalnya untung 100, partai dikasih 20, dia kantongi 80. Itu pengalaman soalnya, Nazaruddin, hehehe," tutur JK disambut tepuk tangan seisi ruangan.
(dnu/van)










































