"Tapi ini belum selesai, dan kita berharap bertambah lagi," kata Ansyaad di Restoran Bumbu Desa, Jl Raya Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (19/12/2013).
Ansyaad menarik indikator ancaman dan aksi teror tergolong stabil di 2013, yaitu dari kejadian teroris sepanjang tahun ini yang menggunakan bom dalam aksinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, penyebaran kelompok teror di Indonesia terbilang merata. Dari beberapa wilayah di Indonesia, hanya Papua dan NTT yang tidak tercatat sebagai titik aksi kelompok teroris.
"Yang lain ada semua. Lihat saja, di Medan, Bekasi, Sukabumi, Lamongan, Bima. Jadi, cukup merata," katanya.
Ansyaad menambahkan, sejak tahun 2010 tidak ada tokoh dari kelompok teroris yang menonjol. Namun, pada tahun itu mulai tumbuh kelompok-kelompok kecil yang saling berhubungan antara kelompok teroris satu dengan lainnya. "Kayak jaring laba-laba, semua berkaitan," ujarnya.
Dari segi pergerakan, kelompok-kelompok kecil ini memiliki pola otonom. Namun, mereka memiliki motif, ideologi, dan perintah dari orang yang sama. Aksi "Ujungnya mereka bertemu pada titik-titik tertentu. Dan beberapa hasil yang mereka sebut fa'i dikumpulkan kelompok ini," terangnya, mencontohkan kasus Abu Roban yang mencari pendanaan terorisme dari perampokan.
(ahy/)











































