Presiden SBY Instruksikan Jajarannya Seriusi Kasus Munir
Kamis, 25 Nov 2004 12:12 WIB
Jakarta - Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah menginstruksikan agar kasus kematian aktivis HAM Munir diusut tuntas. "Presiden menginstruksikan, ya kita harus seriusi kasus ini karena menyangkut warga negara kita yang terjadi di wilayah RI dan terjadi di pesawat kita. Mestinya yang pro aktif dari pihak Indonesia," kata Menkum dan HAM Hamid Awaluddin usai menerima aktivis LSM di Departemen Kehakiman dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Kamis (25/11/2004).Dijelaskan Hamid, kasus kematian Munir terungkap dari surat pemerintah Belanda yang menyatakan di tubuh Munir ada zat arsen dan tidak ada penjelasan lebih rinci."Lalu, dalam sidang kabinet Pak Kapolri mengangkat bahwa dia menerima surat adanya kasus ini dari Belanda. Jadi bila perlu dan keluarga Almarhum Munir mengizinkan, kita angkat mayatnya untuk penyelidikan lebih lanjut," ujarnya.Dalam kesempatan itu, Hamid menyampaikan dukungannya atas pengusutan kasus Munir. "Saya sangat mendukung pengusutan kasus ini dan saya langsung menunjukkan surat yang sudah saya buat. Saya sudah siapkan suratnya dua hari lalu tepatnya pada 23 November. Jadi begitu saya dapat permintaan dari Belanda akan langsung saya kirim," papar Hamid. "Tadi teman LSM minta dilibatkan dalam tim khusus penyelidikan. Tetapi sampai saat ini belum ada permintaan dari Pemerintah Belanda. Jika diminta kami siap untuk mebentuk tim," demikian Hamid.
(aan/)











































