3 Aksi Ahok Melawan Tudingan Pelanggaran HAM

3 Aksi Ahok Melawan Tudingan Pelanggaran HAM

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kamis, 19 Des 2013 06:07 WIB
3 Aksi Ahok Melawan Tudingan Pelanggaran HAM
Jakarta -

Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bertekad mengentaskan kemiskinan di Jakarta. Sayangnya gebrakan demi gebrakan Ahok dituding melanggar HAM. Tetapi, Ahok tidak patah arang.

Program-program pembenahan Ibukota menjadi prioritas Ahok. Perjuangan Ahok bukan tanpa kendala. Warga tidak jarang melakukan perlawanan. Langkah Ahok juga dituding tidak manusiawi.

Menanggapi serangan tudingan pelanggaran HAM itu, Ahok tidak gentar. Ia maju terus merealisasikan tugasnya membenahi karut marut wajah Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut 3 kisah Ahok melawan tudingan pelanggaran HAM:

1. Taman Burung

Ahok mencium adanya oknum pebisnis yang bermain di dalam penggusuran pemukiman di Taman Burung, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Ia tidak gentar bakal menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah itu.

"Bukan provokator, tapi itu pebisnis yang mau cari untung saja. Iya (diproses hukum)," kata Ahok di Gedung Balai kota, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2013).

Nggak dialog, Pak? "Mau dialog gimana? Dia minta Rp 1 miliar. Kalau mau kasih Rp 1 miliar, dia baru mau dialog. Ini bukan soal dialog. Kita sudah dialog tapi nggak ketemu. Kalau mau ketemu dia dituntut Rp 1 miliar sama dia. Justru saya mau ngelaporin dia ke polisi karena menduduki tanah kita, nyewa-nyewain," kata Ahok.

Ahok menegaskan kawasan itu tetap segera digusur. Ayah 3 anak ini pun menanggapi adem ayem ulah warga sekitar yang menolak digusur.

"Pak gubernur mau ngirim makanan, dia nggak mau makan (pengandaian karena nggak mau pindah). Mereka itu bukan orang miskin. Itu orang yang bisa membangun 10 unit yang Rp 4 miliar makanya dia minta ganti kita Rp 1 miliar, Pak Ali kan itu. Kalau dia bisa bangun 10 unit Rp 4 miliar, saya saja nggak ada uang cash segitu. Ini kan orang-orang hebat gitu loh. Nggak apa-apa, nanti kita gusur pelan-pelan," ungkap Ahok.

Menurut Ahok, surat pemberitahuan mengenai penggusuran telah disampaikan setahun yang lalu.

"Kita kasih tahu setahun lalu tapi nggak pindah kan. Nanti kalau begitu semua pada bandel nanti kita suruh bangun di sini (lapangan Monas). Ini tanah luas berapa unit rumah, lumayan ini ya nggakk? Kita pasang tenda di sini saja. Nanti kalau disuruh pindah, kita minta ganti Rp 1 miliar. Saya kira banyak teman-teman yang mau tinggal di sini kalau dikasih Rp 1 miliar," kata suami Veronika Tan ini.

Mengenai tudingan melanggar HAM, Ahok juga santai menanggapinya. "Makanya hamburger saya bilang. Kalau gitu ajakin Komnas HAM ramai-ramai bikin tenda di sini IRTI lumayan nih mumpung gue masih wagub, gue belain. Nanti kalau kita diusir, kita lapor Komnas HAM. Pemprov harus bagi kita masing-masing Rp 1 miliar. Kalau nggak diganti, melanggar HAM kita. Camping terus di sini. Nanti saya kasih toilet juga. Nanti suplai makanan juga. Nanti kalau diganti Rp 1 miliar, bagi saya setengah ya," papar Ahok.

2. 'Tom and Jerry' di Tanah Abang

Basuki T Purnama (ahok) tetap pada prinsipnya untuk membenahi Tanah Abang dari PKL yang membandel. Ancaman penjara pernah diutarakan Ahok. Ada indikasi pelanggaran HAM?

"Semua melanggar HAM, kamu injak jalan orang emang nggak melanggar HAM? Kamu melanggar UU lalu lintas tidak melanggar HAM?" katanya di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2013).

"Jadi itu HAM nya, hamburger dibolak-balik tahu nggak?," tambahnya dengan gaya candaannya yang khas.

Ahok tidak menyangkal bahwa PKL Tanah Abang ada yang kembali berjualan. Menurutnya konsep Tom and Jerry merupakan jurus jitu untuk mengusir PKL yang nakal.

"Biasa, Tom and Jerry kan? Biarin aja. Kita akan gangguin terus kamu (PKL)," tuturnya.

3. Relokasi di Waduk Pluit

Ahok tak habis pikir dengan pembelaan yang diberikan Komnas HAM kepada warga Pluit. Ahok merasa perlu memberik kuliah kepada Komnas HAM tentang pengertian HAM.

"Komnas HAM yang terhormat. Musti ditinjau ulang tuh pengertiannya Komnas HAM. Perlu saya kasih kuliah umum mereka soal HAM itu apa. Ya saya jelasin HAM itu apa gitu loh," kata Ahok di Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (16/5/2013).

Ahok merasa heran dengan pemanggilan Jokowi oleh Komnas HAM terkait relokasi Waduk Pluit. Mantan Bupati Belitung Timur ini berkukuh upaya relokasi bukan pelanggaran HAM karena memang dilakukan untuk kepentingan yang lebih besar, lagi pula tanah yang diduduki warga merupakan tanah negara.

"Siapa yang langgar HAM? Ini kan konyol," ujarnya.

Senada dengan Ahok, Jokowi juga merasa heran dengan Komnas HAM. Suami Iriana itu bingung mengapa upaya relokasi warga Waduk Pluit hingga sampai ke Komnas HAM.

"Ada yang bilang kita ini melanggar HAM. HAM yang mana? Wong kita pindahkan ke rusun kok, lengkap ada TV gratis, meja kursi gratis, tempat tidur gratis, kompor gratis, tinggal masuk. (Pelanggaran) HAM-nya yang mana? Masa melanggar HAM? HAM yang mana gitu lho," ujar Jokowi di Universitas Tarumanegara hari ini.
Halaman 2 dari 5
(aan/jor)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads