Keduanya kemudian berhasil diamankan polisi kemarin (17/12). Kakak beradik yang diketahui merupakan copet amatir tersebut bernama Edy Saputra dan Untung.
"Tertangkapnya kemarin bang, sama warga," ujar Edy saat ditemui di Mapolsek Pulogadung, Kamis (18/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak cukup buat kebutuhan sehari-hari buat beli makan sama beli baju, baru sekali melakukannya, baru dapat Rp 200 ribu. Kalau narik angkot nggak cukup, cuma dapat Rp 60 ribu," kata Edy.
Karena merasa penghasilannya sebagai sopir angkutan tak cukup, dirinya mulai berpikir untuk menempuh 'jalan pintas' sebagai copet. Namun, profesi tersebut tidak diketahui oleh istrinya.
"Di depan istri saya bilang narik angkot, selama ini dia tidak tahu. Setiap copet dapat uang Rp 100-200 ribu," kata Edy memelas.
Kapolsek Pulogadung Kompol Zulham Efendi mengatakan, aksi mereka sudah cukup meresahkan. Setiap akan mencopet, Edy dan Untung melakukan aksinya bersama salah seorang rekannya yang berinisial R.
"Untung dan R berperan sebagai pengalih perhatian korban dengan mendorong-dorong tubuh korban, sedangkan Edy yang bertugas mengambil barang milik korban," ujar Kata Zulham.
Selain menghadirkan tersangka, polisi juga menggelar sejumlah barang bukti, hasil 'garapan' si pelaku. Dalam pengakuannya kepada polisi, mereka mengaku memiliki teknik khusus.
Β
"Kedua pelaku bersama dengan R berpura-pura menjadi penumpang bus Mayasari Bhakti R 57 jurusan Blok M-Pulogadung. Para pelaku mengambil posisi dengan cara menjepit korban di tengah ketiganya saat korban hendak turun dari bus," ungkap Zulham.
(rii/jor)










































