Pemprov DKI Layangkan Somasi ke Warga Taman Burung Pluit

Pemprov DKI Layangkan Somasi ke Warga Taman Burung Pluit

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 18 Des 2013 21:55 WIB
Pemprov DKI Layangkan Somasi ke Warga Taman Burung Pluit
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta akhirnya menempuh jalur hukum terkait penggusuran pemukiman di Taman Burung, Pluit, Jakarta Utara. Wakil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, hari ini pihaknya telah melaporkan warga Taman Burung yang menduduki lahan milik Pemprov DKI tersebut ke polisi.

"Kita bawa (ke jalur hukum). Kita sudah laporin kok hari ini ke polisi. Klausuknya kan menduduki tanah kita," kata Ahok di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2013).

Mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, yang melapor adalah perusahaan BUMD milik DKI, PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Sedangkan yang dilaporkan yaitu warga bernama Ali yang diduga adalah pebisnis kontrakan di wilayah tersebut.

"Pak Ali, yang minta ganti rugi Rp 4 miliar," terang Ahok.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, Direktur Utama PT Jakarta Propertindo Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya baru mengirimkan somasi ke warga Taman Burung tersebut agar segera meninggalkan lahan milik Pemprov DKI itu. Jika dalam jangka waktu 3x24 jam tidak pindah, barulah akan dilaporkan ke polisi.

"Secara resmi, kami belum melaporkan ke polisi. Setelah somasi diabaikan, baru kami akan lapor polisi," kata Budi.

Sebelumnya, Ahok mencium adanya oknum pebisnis yang bermain di dalam penggusuran pemukiman di Taman Burung. Ia tidak gentar bakal menempuh jalur hukum untuk menyelesaikan masalah itu.

"Bukan provokator, tapi itu pebisnis yang mau cari untung saja. Iya (diproses hukum)," kata Ahok.

Nggak dialog, Pak? "Mau dialog gimana? Dia minta Rp 1 miliar. Kalau mau kasih Rp 1 miliar, dia baru mau dialog. Ini bukan soal dialog. Kita sudah dialog tapi nggak ketemu. Kalau mau ketemu dia dituntut Rp 1 miliar sama dia. Justru saya mau ngelaporin dia ke polisi karena menduduki tanah kita, nyewa-nyewain," kata Ahok.

Ahok menegaskan kawasan itu tetap segera digusur. Ayah 3 anak ini pun menanggapi adem ayem ulah warga sekitar yang menolak digusur.

"Pak gubernur mau ngirim makanan, dia nggak mau makan (pengandaian karena nggak mau pindah). Mereka itu bukan orang miskin. Itu orang yang bisa membangun 10 unit yang Rp 4 miliar makanya dia minta ganti kita Rp 1 miliar, Pak Ali kan itu. Kalau dia bisa bangun 10 unit Rp 4 miliar, saya saja nggak ada uang cash segitu. Ini kan orang-orang hebat gitu loh. Nggak apa-apa, nanti kita gusur pelan-pelan," ungkap Ahok.

(jor/rii)



Berita Terkait