Pelaku yang tertembak bernama Irwan S (30). Ia mengalami luka tembak di dada sebelah kiri. Sementara 2 orang lainnya yang mengalami luka-luka tembak di bagian kaki.
"Yayang Indaniel (29) dan M Setiawan (24)menderita luka tembak pada kakinya," ucap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Tatan Dirsan kepada wartawan, Rabu (18/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban langsung melapor kepada petugas yang sedang patroli di sekitar Monas," katanya.
Setelah berkeliling, petugas berhasil menemukan pelaku yang sedang nongkrong di kawasan Monas dan membagi hasil rampokannya.
"Mereka ditemukan di dekat air mancur monas,β katanya.
Saat berusaha menangkap, Irwan berusaha melawan petugas dengan menggunakan Badik. Pelaku terus melawan meski petugas telah mengeluarkan tembakan peringatan.
"Petugas terpaksa menembak dada korban hingga tewas di lokasi kejadian," papar Tatan.
Sementara 2 pelaku lainnya berusaha melarikan diri. Setelah tembakan peringatan tak digubris, polisi akhirnya kembali menembak pelaku. Keduanya menyerah setelah tertembak di bagian betis sebelah kiri.
Tatan mengatakan, ketiga preman tersebut memang kerap memalak pengunjung Monas. Selama ini ketiganya tinggal di kawasan yang merupakan ikon ibukota ini dan tidak memiliki tempat tinggal tetap. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa 4 HP dan uang tunai Rp 245 ribu, serta satu bilah badik.
Sementara itu, M Setiawan mengaku kerap menodong pengunjung Monas karena diajak oleh Irawan. Biasanya mereka mendapatkan penghasilan Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.
"Uangnya buat makan, kalau ada sisa untuk foya-foya," tutupnya.
(kff/mok)











































