Polisi Tangkap 2 Sindikat Curanmor di Sawah Besar

Polisi Tangkap 2 Sindikat Curanmor di Sawah Besar

Nur Khafifah - detikNews
Rabu, 18 Des 2013 16:26 WIB
Jakarta - Jajaran Polsek Sawah Besar berhasil menggagalkan percobaan pencurian kendaraan bermotor yang dilakukan oleh jaringan kelompok Cengkareng dan kelompok Priok. Pengungkapan ini berawal dari operasi cipta kondisi di kawasan Sawah Besar.

"2 kelompok ini tidak saling berkaitan. Namun lokasi penangkapan di wilayah yang sama," kata Kapolsek Sawah Besar, Kompol Shinto Silitonga di Mapolsek Sawah Besar, Jl dr Wahidin, Jakarta Pusat, Rabu (18/12/2013).

Penangkapan pertama dilakukan pada Rabu (11/12) lalu di Jalan Kartini, Sawah Besar. Petugas memergoki pelaku bernama TL alias Yanto (44) dan TJP (29) yang hendak melancarkan aksinya di depan mini market di kawasan tersebut.

"Karena berusaha melawan, petugas menembak betis pelaku," katanya.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti berupa 1 kunci rumah letter T, 2 anak kunci letter T dan sepeda motor Suzuki Shogun bernopol B 6990 ELE.

"Mereka adalah kelompok Priok yang sudah sering melakukan pencurian," kata Shinto.

Kemudian pada Jumat (13/12) petugas kembali menggagalkan percobaan pencurian sepeda motor di lokasi yang sama. Kali ini pelaku berasal dari kelompok Cengkareng.

MA alias Doyok (20), MA alias Babeh (21) dan AI alias Marno alias Kuple (29) terpaksa ditembak oleh petugas di bagian betis karena berusaha melarikan diri. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 16.00 WIB.

Dari tangan tersangka berhasil diamankan barang bukti berupa 2 kunci letter L, sepeda motor merk Honda Blade bernopol B 3132 BUT, dan Yamaha Vario bernopol 3103 BSS.

"Kalau kita monitor, mereka sudah lebih dari 4 bulan beroperasi," ujar Shinto.

Atas kejadian tersebut, polisi menghimbau agar warga lebih berhati-hati mengamankan kendaraannya. Warga diminta membuat kunci ganda yang tidak diketahui oleh orang lain.

"Kalau bikin kunci ganda, tempatnya jangan umum karena mereka sudah paham. Yang jelas masyarakat harus meningkatkan kewaspadaannya," tutup Shinto.

(kff/)


Berita Terkait