Azahari Juga Diisukan Ditangkap

Azahari Juga Diisukan Ditangkap

- detikNews
Kamis, 25 Nov 2004 11:06 WIB
Jakarta - Setelah Rois cs ditangkap, kini muncul juga isu bahwa Azahari dan Noordin Moh Top sebenarnya juga telah ditangkap. Namun, penangkapan dua buron kasus bom kelas kakap itu belum bisa dipublikasikan, menunggu saat yang tepat. Isu yang beredar, penangkapan Azahari dan Noordin dilakukan setelah polisi berhasil menangkap Rois pada 5 November 2004. Rois, selain dinilai berperan merekrut kader dan membawa bahan peledak, juga dianggap sebagai tokoh penting dalam penyembunyian Azahari dan Noordin. Penangkapan Rois sendiri sebelumnya juga tidak segera dipublikasikan oleh Polri. Polri baru membeberkan penangkapan Rois pada Rabu (24/11/2004) kemarin. Publikasi itu dilakukan Polri setelah muncul isu yang dihembuskan, antara lain oleh sejumlah aparat kepolisian sebelumnya. Isu adanya penangkapan Rois itu dinilai sebagai waktu yang 'tepat'. Isu ini muncul bertepatan dengan maraknya pemberitaan mengenai kasus rusuh Bojong yang menohok aparat kepolisian dan juga menguatnya kasus kembali kematian pejuang HAM Munir yang diduga kuat karena diracun. Karena itu, wajar bila Ketua YLBHI Munarman berpendapat bahwa publikasi penangkapan Rois itu berupaya untuk mengalihkan isu kasus Bojong dan Munir.Sejak penangkapan pada 5 November sampai Polri mempublikasikan penangkapan Rois pada 24 November, berarti ada selisih waktu sekitar 19 hari. Mengapa penangkapan Rois tidak segera dipublikasikan seperti penangkapan Imam Samudera atau Amrozi beberapa waktu lalu? Karena itu, isu bahwa Azahari dan Noordin sudah ditangkap bisa jadi benar, meski belum dipublikasikan. Penangkapan akan segera dipublikasikan bila ada waktu yang tepat, bisa terkait dengan adanya kasus-kasus yang menohok polisi atau terkait dengan 100 hari pemerintahan SBY. Isu ini bergulir liar beberapa hari terakhir ini. Isu penangkapan Azahari juga menguat karena sebelumnya Kompas edisi Rabu (24/11/2004) memberitakan bahwa Azahari sebenarnya pernah tepergok polisi lalu lintas, karena kendaraannya tidak memiliki kelengkapan surat-surat. Namun, Azahari bisa lolos, karena polisi itu tidak mengenal Azahari dan sang polisi mau diberi sejumlah uang pengganti hukuman tilang. Info soal Azahari ini kabarnya didapatkan dari Rois saat diinterogasi polisi. Sampai sekarang, Polri belum memberikan klarifikasi mengenai hal ini. Dengan info ini, bisa diketahui sebenarnya Rois memang sangat dekat dan sering bertemu Azahari. Karena itu, diyakini polisi tidak akan sulit menemukan Azahari, setelah menangkap Rois cs itu. Seorang perwira polisi yang tidak mau disebutkan namanya kepada detikcom menjelaskan publikasi penangkapan buron bom yang tidak segera itu, bukan karena polisi memilih waktu yang tepat untuk menutupi kasus lainnya. Publikasi penangkapan buron seperti Rois itu tidak dilakukan segera, karena polisi punya pertimbangan. Misalnya, buron yang tertangkap itu bisa saja masih diperlukan untuk mengejar buron lainnya. "Kalau segera dipublikasikan, maka buron lainnya bisa-bisa langsung akan kabur," kata dia. Selain itu, kata dia, bisa jadi, publikasi juga bisa dilakukan segera untuk menetralisir isu-isu penangkapan yang sudah beredar di masyarakat. Nah, terhadap hal ini, bisa jadi penangkapan Rois dipublikasikan Polri, karena Rois cs sudah selesai untuk digunakan pengejaran buron lainnya. Artinya, buron lain, termasuk Azahari dan Noordin, juga sudah diketahui persembuyiannya. Tapi, sekali lagi, ini hanya isu, bisa benar bisa tidak. Lebih baik menunggu klarifikasi dari Mabes Polri. (asy/)



Berita Terkait