KSAL: AS Boleh Cabut Embargo, Tapi Tanpa Syarat
Kamis, 25 Nov 2004 11:02 WIB
Jakarta - KSAL Laksamana Bernard Kent Sondakh menyambut baik keinginan AS untuk membuka kembali hubungan militer dengan Indonesia dengan mencabut embargonya. Tapi seharusnya tanpa syarat."Itu bagus sekali. Kalau AS mau kasih (cabut embargo militer), ya kita terima. Tapi tidak ada persyaratan. Saya tidak tahu soal syarat-syarat HAM itu," katanya menjawab pernyataan wartawan mengenai persyaratan penegakan HAM di Indonesia agar AS mencabut embargo militer.Dituturkan Sondakh, dirinya sudah bicara dengan kepala staf gabungan AS dan panglima armada pasifik AS di Tokyo pada 12 Oktober 2004. Mereka minta dijalinnya hubungan bilateral meeting."Saya sampaikan, kita semua ingin kawasan laut Indonesia aman. Karena sea line untuk jalur perdagangan dan komunikasi terletak di Indonesia," katanya usai acara HUT ke-59 Korps Marinir di Bumi Satria Cilandak Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2004)."Perdagangan Asia Pasifik 92 persen melewati jalur Indonesia. Kalau perairan Indonesia tidak aman, maka akan mengganggu perdagangan maupun ekonomi di Asia Pasifik. Jadi semua negara harus memberikan perhatian kepada kita," ujar Sondakh.
(sss/)











































