"Boleh ormas-ormas ikut membantu pengamanan. Nanti koordinasi polisi dengan ormas," ujar Sudjarno kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/12/2013).
Hal ini diucapkan Sudjarno usai membuka Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pengamanan Natal dan Tahun Baru 2014 di Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentunya ini dikoordinir oleh Pemda dan dikoordinasikan oleh kita, yang penting visinya sama yaitu mengamankan jalannya Natal dan tahun baru," imbuh Sudjrano.
Sementara itu, Sudjarno mengingatkan jajarannya untuk mewaspadai akan adanya aksi terorisme dan ancaman bom serta tindak kriminal selama Natal dan tahun baru. Anggota di wilayah juga diwajibkan untuk menyambangi tempat-tempat yang menjadi potensi kerawanan.
"(Anggota Babinkamtibmas) berikan himbauan ke masyarakan untuk tidak bawa barang mencurigakan saat ibadah, antisipasi keramaian di tempat wisata saat pergantian malam tahun baru," ucapnya.
Aparatur desa hingga tingkat RT (Rukun Tetangga) juga diminta untuk peduli keamanan dengan gereja yang ada di lingkungannya. Ia menambahkan, anggota kepolisian setempat harus melakukan sterilisasi sebelum pelaksanaan ibadah Misa dilakukan.
"Jadi pengamanan itu dilakukan hingga di radius beberapa meter dari gereja, karena nilainya (ancaman) sama, baik di luar maupun di dalam," tuturnya.
Ia juga mengamanatkan, seluruh gereja yang ada di Jakarta harus menjadi prioritas dalam pengamanan Operasi Lilin ini.
"Semua gereja harus jadi prioritas. Sebesar dan sekecil apa pun. Katedral dan gereja lain yang letaknya terpencil juga sama. Dan bukan pada saat malam-malam setiap Nisa, tapi sekarang pun sudah mulai ada rangkaiannya," tutupnya.
(mei/rvk)











































