Pembalak Liar Babat 500 Hektar Hutan di Berau Kaltim

Pembalak Liar Babat 500 Hektar Hutan di Berau Kaltim

Saud Rosadi - detikNews
Senin, 16 Des 2013 20:44 WIB
Pembalak Liar Babat 500 Hektar Hutan di Berau Kaltim
Ilustrasi hutan di Kalimantan (dok. detikcom)
Samarinda - Petugas menyita 34 kubik kayu dari aktivitas pembalakan liar seluas 500 hektar di kawasan hutan yang berlokasi di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Negara dirugikan ratusan juta rupiah.

Keterangan diperoleh detikcom, terbongkarnya aktivitas pembalakan liar ratusan hektar itu setelah petugas Dinas Kehutanan Kabupaten Berau dan instansi terkait menggelar Operasi Pengamanan Hutan (OPH) selama 2 hari sejak Jumat (13/12) lalu di Kecamatan Sambaliung dan Kecamatan Teluk Bayur.

"Hasilnya kita sita sekitar 34 kubik kayu olahan di antaranya jenis Meranti dan Bengkirai. Areal yang dibabat pembalak cukup luas, sekitar 500 hektar," kata Kabid Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Kabupaten Berau, Heri Suparno, ketika dikonfirmasi detikcom, Senin (16/12/2013) malam.

Aktivitas pembalakan liar itu nyaris tidak terdeteksi. Para pembalak beraksi dari bagian terdalam kawasan hutan merembet mendekati akses jalan. Di dalam hutan, selain menemukan kayu olahan, petugas juga menemukan bangunan tempat tinggal pembalak.

"Nyaris tidak terdeteksi petugas karena aktivitas pembukaan lahan dan pembalakannya dimulai dari dalam hutan mengarah ke jalan. Dari informasi masyarakat dan juga instruksi Bupati Berau (Makmur HAPK), kami bergerak ke lapangan," ujar Heri.

"Mereka (pembalak liar) diduga melarikan diri sebelum kami tiba di lokasi. Kami temukan kayu dan gubuk tempat tinggal mereka. Kayu kami sita," tambahnya.

Masih dijelaskan Heri, aktivitas pembalakan liar seluas kurang lebih 500 hektare di kawasan hutan di kedua kecamatan itu, berpotensi merugikan negara ratusan juta rupiah dan merusak ekosistem di dalam hutan.

"Potensi kerugian negara ratusan juta rupiah. Operasi kami berlanjut hari ini di kawasan hutan yang berada di Kecamatan Segah. Tim masih di lapangan," tutupnya.

(tor/tor)


Berita Terkait