Indonesia Tetap Menarik, Bak Wanita Cantik yang Dilirik Banyak Orang

Indonesia Tetap Menarik, Bak Wanita Cantik yang Dilirik Banyak Orang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 16 Des 2013 19:10 WIB
Indonesia Tetap Menarik, Bak Wanita Cantik yang Dilirik Banyak Orang
foto: Vikri Wibisono KBRI Wellington
Jakarta -

"Indonesia tetap menarik, bak wanita cantik yang dilirik banyak orang". Begitu kata pakar pemasaran, Hermawan Kartajaya dalam seminar yang digelar Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Wellington, Selandia Baru.

"Warga Selandia Baru perlu mengetahui transformasi besar yang terjadi di Indonesia menjelang Pemilu 2014 mendatang. Di tengah lanskap geo-ekonomi global yang bergeser, Indonesia tetap atraktif serta memberi peluang bagi bisnis dan investasi asing. Indonesia tetap menarik, bak wanita cantik yang dilirik banyak orang," ujar Hermawan, Presiden Asosiasi Pemasaran Dunia (World Marketing Association) di depan para pengusaha Selandia Baru, pengelola bisnis, mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Wellington.

Seminar bertajuk "Indonesia Marketing Outlook 2014" tersebut digelar hari ini oleh KBRI Wellington bekerjasama dengan konsultan pemasaran Markplus. Hermawan merupakan pendiri Markplus dan salah satu dari 50 guru masa depan pemasaran yang dinobatkan Inggris pada tahun 2003.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam rilis pers kepada detikcom, Senin (16/12/2013), Kepala Perwakilan RI/Kuasa Usaha ad interim KBRI Ple Priatna mengatakan, diskusi terbuka yang menampilkan pakar pemasaran ini dimaksudkan untuk memberikan potret baru.

"Agar peta perubahan multi dimensi di tanah air dipahami secara lebih baik, khususnya bagi warga Selandia Baru yang berbisnis di Indonesia. Pandangan cerdas sekaligus menyejukkan ini mendorong optimisme menangkap peluang baik di sini maupun di tanah air," ujar Priatna.

Dalam seminar yang berlangsung di gedung KBRI Wellington ini, Hermawan juga menyinggung tentang tumbuhnya kelas menengah baru di Indonesia.

"Memasuki tahun baru 2014 ini, dunia akan diwarnai fenomena 3 S (show, shock, and shift) mengutip laporan majalah the Economist. Tampilan kemerosotan ekonomi di AS dan Eropa, kejutan baru pergantian kepemimpinan seusai pemilihan umum, serta pergeseran ekonomi Asia yang memberi tantangan dan juga peluang baru," imbuh Hermawan.

"Tumbuhnya kelas menegah baru di Indonesia, dengan daya beli meningkat ini mendorong permintaan semakin besar, bertambah dan beragam. Adalah saatnya untuk tetap berbisnis dan berinvestasi di Indonesia," kata pria berkacamata itu.

Disampaikan Hermawan, Indonesia masa kini yang terhubung secara baik melalui penggunaan internet dan media sosial, memberi peluang besar, tidak saja bagi bisnis, pemasaran, namun juga bangkitnya pilihan masyarakat yang semakin cerdas. Apalagi penguna aktif internet di Indonesia saat ini sekitar 75 juta jiwa.

"Teknologi informasi dan komunikasi mempercepat perubahan di Indonesia ke arah bercita rasa hightech, tampil muda dan bahkan cenderung feminis," tegas Hermawan.

Menurutnya, kelompok muda, wanita dan penguna internet (netizen) adalah basis baru bagi arah pilihan perubahan di Indonesia. Paradoks berikut kontras yang membelah Indonesia, tetap terkelola secara adaptif dan dinamis menjadi kekayaan potensi dalam bangunan United Colors of Indonesia.

"Untuk mampu menembus pasar multi dimensi di Indonesia, tidak saja warga Selandia Baru, tapi juga warga kita yang ingin merebut peluang bisnis, harus mampu membangun "pemasaran Wow". Tidak cukup lagi sebatas menarik, tapi harus mampu membuat orang berpaling sambil berkata Wow... hebat!" seru Hermawan bersemangat.

Diskusi yang disiapkan bidang politik, pensosbud dan bidang ekonomi KBRI Wellington ini berlangsung meriah.



(ita/ita)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini