"Kalau dari keluarga ku tidak ada yang sakit gini (sakit jiwa). Tapi sepertinya penyakit keturunan dari keluarga suami," kata Bungani Munthe Sabtu (14/12/13) kepada detikcom.
Dijelaskannya, gejala sakit jiwa yang diderita keluarganya dialami sejak mereka memasuki remaja. Tiga anak laki-lakinya yakni Pinal, Janter dan Basrizal yang telah meninggal dunia, terganggu jiwanya ketika duduk di kelas 2 SMP. Sedangkan Siti Nuralina mengidap penyakit itu setelah berumur 20 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyakit keempat anaknya muncul ketika mereka masih tinggal di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Tahun 2006, Bungani memilih pulang ke rumah orang tuanya di Kampung Manik, Desa Bahilir. Kecamatan Panei Tonga, Kabupaten Simalungun, Sumut. Ia pindah setelah suaminya Samsudin Purba meninggal dunia.
Bungani mengaku, harta bendanya habis terjual untuk mengobati anak-anaknya. Keempatnya pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa di Medan.
Saat ini, karena keterbatasan ekonomi dan biaya, dia terpaksa mengurung kedua anaknya tanpa perobatan di kamar yang didirikan warga. Kondisi kamar tempat mereka dikurung sangat memprihatinkan. Di dalam kamar itu hanya terdapat satu tempat tidur sederhana yang terbuat dari papan. Di kamar itulah kedua kakak beradik itu tidur dan buang air besar.
(/)











































