5 'Perang Dingin' Jenderal Wiranto Vs Raja Dangdut Rhoma Irama

5 'Perang Dingin' Jenderal Wiranto Vs Raja Dangdut Rhoma Irama

Niken Widya Yunita - detikNews
Sabtu, 14 Des 2013 16:35 WIB
5 Perang Dingin Jenderal Wiranto Vs Raja Dangdut Rhoma Irama
Jakarta - Suhu politik antara Hanura dan PKB tiba-tiba panas. Gara-garanya, sang Ketua Umum Hanura Jenderal Wiranto menyindir 'Raja Dangdut' Rhoma Irama yang akan maju dalam Pilpres 2014 mendatang.

Rhoma yang disundul PKB untuk nyapres ini sempat murka dengan pernyataan sang jenderal. Rhoma mengingatkan mantan Panglima ABRI itu untuk tidak menghina soal latar belakangnya sebagai pedangdut.

Melihat ini, pihak Hanura pun mewakili Wiranto meminta maaf. Wiranto tidak bermaksud menghina 'Ksatria Bergitar' itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sudah kepalang basah. Rhoma tetap meminta Wiranto untuk tidak saling menjatuhkan. Bahkan Sang Ketua Umum PKB juga menunggu duel adu kapasitas antara Rhoma dengan Wiranto.

Berikut perang dingin Wiranto vs Rhoma yang dirangkum detikcom, Sabtu (14/12/2013):

1. Wiranto Nyindir

'Perang dingin' berawal dari sindiran capres Partai Hanura Wiranto pada capres PKB, Rhoma Irama. Wiranto secara halus mengkritisi langkah PKB yang mencapreskan Rhoma Irama.

"Sekarang ini penyanyi dangdut dijadiin calon, ada lagi pelawak, nanti lama-lama pemain akrobat juga dicalonkan. Makanya yang korupsi jalan terus," ujar Wiranto.

Wiranto mengatakan itu dalam debat capres 2014 dengan tema 'IPTEK untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa' yang diselenggarakan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) di Auditorium LIPI, Jl. Gatot Subroto Kavling 10, Jakarta Pusat, Jumat (13/12/2013).

Menurutnya, penunjukan calon pemimpin yang tidak kompeten dianggap sebagai sumber permasalahan bangsa. Pola rekrutmen seperti itu telah marak dalam partai politik dewasa ini.

"Ada lagi lulusan SMA mau jadi capres. Padahal jadi guru saja minimal S1, masak presiden SMA? Bagaimana IPTEK mau diperhatikan?" imbuhnya.

2. Rhoma Murka

Rhoma Irama yang berlatar belakang sebagai pedangdut namun mencapres geram dengan pernyataan Wiranto. Sang raja dangdut yang kini jadi capres PKB itu pun murka.

"Kalau saya, saya akan ambil dari firman Allah. Ente Wiranto, jangan suka menghina orang," kata Rhoma usai peresmian posko Rhoma Irama for President RI di Jl Dewi Sartika, No 44, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (14/12/2013).

Rhoma menyarankan Wiranto introspeksi diri. Menurut Rhoma, terkadang orang yang diremehkan ternyata punya kemampuan lebih.

"Bisa jadi orang lain itu lebih baik dari ente," kata Rhoma.

3. Hanura Minta Maaf

Sindiran Wiranto membuat Rhoma Irama murka. Partai Hanura pun menyampaikan permintaan maaf.

"Tanpa bermaksud membuat ketersinggungan apa pun, saya atas nama Partai Hanura mohon maaf dan kami tidak bermaksud menyinggung siapa pun," kata Ketua DPP Hanura Yuddy Chrisnandi, kepada detikcom, Sabtu (14/12/2013).

Menurut Yuddy, Wiranto hanya menganalogikan bahwa calon pemimpin harus konsisten. Tidak ada maksud untuk menjatuhkan Rhoma Irama.

"Tidak bermaksud menyerang Rhoma Irama, Pak Wiranto hanya bicara sebagai konteks yang umum. Kalau sudah menjadi capres ya jangan manggung dan sebagainya," kata Yuddy.

4. Rhoma Ingatkan Wiranto

Hanura mewakili Wiranto meminta maaf atas sindiran soal pedangdut jadi capres. Namun raja dangdut Rhoma Irama punya pesan khusus buat capres Partai Hanura itu.

"Sebelum Hanura meminta maaf, saya tidak pernah marah. Hanya saja saya mengingatkan sesama manusia untuk tidak saling menjatuhkan," kata Bang Haji Rhoma ini.

Hal ini disampaikan Rhoma usai peresmian posko Rhoma Irama for President RI di Jl Dewi Sartika, No 44, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (14/12/2013).

Rhoma menuturkan dirinya tak dendam kepada Wiranto. Meskipun sempat sakit hati karena merasa dihina.

"Sebelum Hanura meminta maaf saya sudah memaafkan dia (Wiranto)," kata Rhoma.

5. Ditantang Duel

Partai Hanura meminta maaf atas sindiran Ketum Wiranto yang membuat murka capres PKB Rhoma Irama. PKB yang terlanjur ikut tersinggung tetap menantang adu kapasitas Rhoma vs Wiranto.

"Ya sudah sepantasnya kami memaafkan, tapi pasti kami tetap menunggu undangan Partai Hanura untuk saling mengadu antara Rhoma Irama dan Wiranto," kata Ketum PKB Muhaimin Iskandar usai peresmian posko Rhoma Irama for President RI di Jl Dewi Sartika, No 44, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (14/12/2013).

Adu kuat yang dimaksud adalah adu visi misi dan popularitas. Karena Wiranto terlebih dahulu menyepelekan kapasitas capres dari pedangdut itu.

"Adu visi misi dan popularitas. Kami akan tetap menunggu kapan pun undangannya," tantang Muhaimin.

Muhaimin berharap debat capres digelar. Tak masalah kalau harus di stasiun TV milik wapres Hanura, Hary Tanoesoedibjo.

"Di televisi nasional, kalau perlu di RCTI milik Pak Hary Tanoe," tegas Muhaimin.
Halaman 2 dari 6
(nwy/van)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads