Kerap Diikuti Media Asing Saat Blusukan, Jokowi: Mereka yang Ingin Ikut

Kerap Diikuti Media Asing Saat Blusukan, Jokowi: Mereka yang Ingin Ikut

Ray Jordan - detikNews
Jumat, 13 Des 2013 21:07 WIB
Kerap Diikuti Media Asing Saat Blusukan, Jokowi: Mereka yang Ingin Ikut
Jakarta - Nama Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sudah tak asing lagi di mancanegara. Saat ia blusukan dia kerap diikuti oleh jurnalis asing, salah satunya media Belanda, NRC Handelsblad.

Wartawan NRC ini mengikuti Jokowi sejak pukul 08.00 WIB di Balaikota DKI, Jl Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/13/2013). Saat Jokowi keluar ruangan pukul 11.30, wartawan tersebut sudah berada di dalam mobil Jokowi untuk melakukan wawancara. Tujuan Jokowi saat itu hendak menuju masjid Jakarta Islamic Center di Koja, Jakarta Utara.

Setelah melaksanakan salat di masjid tersebut, Jokowi kemudian melanjutkan kegiatan blusukannya ke RSUD Koja, Jakarta Utara. Jurnalis tersebut masih mengikuti Jokowi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kan memang ada rencana ke Islamic Centre Koja. Dia mau ikut, ya saya ajak saja dia," ucap Jokowi kepada wartawan di RSUD Koja.

Jokowi mengatakan, dirinya tak pernah meminta untuk diliput oleh media asing, namun media asing itulah yang menyambangi dirinya dan ingin mengikuti kegiatan sehari-harinya sebagai gubernur. Dia pun membantah disebut sengaja mengundang media asing untuk meliput kegiatan blusukannya agar terkenal di mancanegara.

"Ya enggak tahu (kenapa diikuti). Saya ke sini hanya ngecek pasien kok," ujar Jokowi.

Ini memang bukan kali pertama Jokowi diliput oleh media asing. Dulu, beberapa bulan setelah dirinya menjabat dia juga diliput oleh majalah Times dari Amerika Serikat dan media Al-Jazeera. Kedua media ini memang seharian penuh mengikuti kegiatan blusukan Jokowi mulai dari pasar, rumah sakit hingga ke pemukiman warga.

Nama Jokowi juga kerap ditampilkan dalam media asing. Bahkan beberapa kali pernah menyabet gelar yang disandingkan dengan tokoh-tokoh dunia. Terakhir, dia dinobatkan sebagai salah satu pemimpin yang berpengaruh versi majalah Foreign Policy. Namanya sejajar dengan Angela Merkel dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

(jor/mnb)


Berita Terkait