"Kan kalau peserta itu, disediakan oleh panitia dan yang bayar itu kan panitia. Kalau peserta yang kongres, ditanggung oleh panitia," ujar Mubarok di KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Jumat (13/12/2013).
Mubarok yang juga anggota dewan pembina PD itu tetap membantah adanya pembagian BlackBerry. Dia berkeyakinan jika tim pemenangan Anas hanya membagi uang transport sebesar Rp 1-5 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, mantan ketua DPC PD Boalemo, Gorontalo, Ismiyati mengungkap jika tim Anas menyewa satu hotel khusus untuk para pendukungnya. Semua ketua DPC yang diarahkan untuk memilih Anas diinapkan di hotel tersebut.
"Ya semua yang milih Anas nginep di Hotel Aston, agak jauh dari tempat kongres," tuturnya.
Ismiyati juga mengungkapkan jika dirinya menerima uang dengan nilai total Rp 100 juta untuk memilih Anas. Dia juga sempat menunjukkan kardus BlackBerry yang diterimanya dari Timses Anas.
Ahmad Mubarok kembali datang ke KPK sekitar pukul 14.30 WIB. Mubarok mengaku kedatangannya kali ini untuk melengkapi berkas pemeriksaan.
KPK telah memanggil Mubarok, Kamis (12/12) untuk Anas Urbaningrum terkait dugaan aliran dana Hambalang dalam Kongres PD pada tahun 2010 lalu.
(kha/rmd)











































