"Tentu pemuda melihat Jokowi itu dekat dengan rakyat, sederhana, dan memiliki aksi yang membawa perubahan. Jadi di 2014 nanti itu selamat tinggal politik pencitraan dan selamat datang politik kinerja dan prestasi," tutur Maruarar saat berbincang, Jumat (13/12/2013).
Ketua umum Taruna Merah Putih ini pun menganggap pemuda sebagai pembanding dan penyeimbang pemerintah. Itulah sebabnya PDIP memperhatikan pemuda sebagai potensi.
"Pemilih pemuda itu jumlahnya kalau di Indonesia 35 juta karena kalau dari segi usia pemilih pemuda itu 17-30 tahun. Kami melihat pemuda-pemuda ini masih idealis," imbuhnya.
Selain itu PDIP pun terus mengadakan kegiatan kepemudaan agar lebih dekat dengan pemuda. Kegiatan tersebut meliputi rekrutmen, kaderisasi, pengadaan program, dan evaluasi.
(bag/van)











































