Ujian CPNS di Sejumlah Daerah akan Diulang
Rabu, 24 Nov 2004 19:02 WIB
Jakarta - Menko Kesra Alwi Shihab menyatakan, ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) di sejumlah daerah akan diulang pada 2 Desember 2004. Tim verifikasi juga sudah dikirim untuk meneliti masalah di sejumlah daerah sehingga ujian CPNS harus diulang.Demikian diungkapkan Menko Kesra Alwi Shibab dalam keterangan persnya di Kantor Menko Kesra, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (24/11/2004).Alwi mengatakan, secara keseluruhan seleksi CPNS di 430 daerah berjalan dengan baik dan lancar. "Kalaupun ada masalah itu hanya teknis seperti masalah percetakan dan hujan lebat," katanya.Alwi mengatakan, di daerah yang mengalami masalah akan diadakan ujian ulang dengan materi soal yang baru yang akan dilakukan pada 2 Desember. Saat ini juga telah dikirim tim verifikasi ke masing-masing daerah untuk meneliti kenapa masalah itu bisa terjadi.Ujian yang diulang antara lain terjadi di Jawa Timur dimana mesin cetaknya rusak, Jambi karena hujan lebat sehingga ada masalah pengiriman soal. Sedangkan di Garut kurang materi soal dan lembar jawaban dan di Gianyar kardus pembungkusnya rusak tapi soal dalam keadaan baik. Lalu di Biak karena soal terlambat sampai di tempat.Alwi menjelaskan, untuk kasus joki di Demak dan di Kendal saat ini sudah ditangkap dan diproses. "Sedangkan oknum pejabat yang meminta uang kepada peserta sudah diketahui namannya bahkan mereka ada yang nekat menyediakan kwitansi," tegasnya.Kepala Badan Perkembangan dan SDM Kesehatan Depkes Muharso mengatakan, telah terjadi kekurangan soal pada ujian ketiga di Senayan. Yakni pada ujian D3 Statistik, D3 Bahasa Inggris, D3 Ekonomi Manajemen dan D3 Komunikasi. "Di dalam bungkus soal tidak ada soal, dan soal baru sampai ke lokasi pada jam 3 sore setelah ujian," katanya."Hal ini perlu dirapatkan lagi apakah akan ada ujian ulang atau tidak karena bobot dari ujian yang ketiga ini hanya 20 persen," tagasnya.Sementara, Kepala Badan Kepegawaian Nasinal (BKN) Hardijanto menyatakan, sepanjang laporan tim monitoring tidak ada masalah. "Soal masalah soal bocor di Jogya akan kami cek kembali. Semua laporan yang jumlahnya 20 akan ditindaklanjuti oleh tim verifikasi," tegasnya.Menanggapi soal verifikasi, Ketua Tim Verifikasi Siti Nurbaya mengatakan, tim verifikasi saat ini sudah turun ke lapangan. "Para pejabat yang terlibat akan diproses terlebih dulu dan akan diberi sanksi. Tim verifikasi terdiri dari Depdagri, BKN, Depdiknas, Menko Kesra, Depkes dan Deplu," ungkapnya.
(mar/)











































