"Kita harap ketegasan dari BK. Sebetulnya kalau ada tindakan konkrit dan berani dari BK biar tidak berulang, ini satu preseden yg baik untuk DPR," ucap Yuniyanti Chuzaifah, Ketua Komnas Perempuan pada detikcom usai acara Sidang HAM III di Gedung Perpustakaan Nasional Jalaln Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).
Yuni menjelaskan persoalan yang diangkat komnas Perempuan bukan persoalan persoalan dari Agatha. Lebih jauh, ia mengatakan budaya berseloroh para anggota DPRlah yang harusnya diperbaiki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan jika laporan perihal hal ini tidak diterimanya dari pihak Agatha. Karena itu, komnas Perempuan menitikberatkan pada persoalan 'pelecehan verbal' anggota DPR.
"Pelecehan itu bisa disampaikan dalam kalimat romantis atau becandaan. Apapun bentuknya itu tetap persoalan pelecehan verbal untuk kandidat pejabat publik. Becandaan anggota DPR yang kerap tak sopan sudah sering kami terima aduannya," terangnya.
"Saya yakin orang yang sensitif gender, dan mba Agata sebagai orang KPI yang merepresentasikan seorang pejabat publik sepakat bagaimana sistem ini hrus diperbaiki," pungkasnya
(mnb/rvk)











































