Seorang gadis asal Bone mengaku tertipu saat akan mendaftar menjadi polwan. Setelah menyetor uang ratusan juta rupiah, ia tak kunjung diterima. Dua pelaku penipuan sudah dilaporkan, tapi belum direspons polisi.
Pelaku berstatus sebagai anggota polisi, Briptu JU dan Briptu HE. Keduanya adalah bapak anak, hanya berbeda wilayah dinas. JU bertugas di Mapolres Bone, sedangkan HE di Mapolda Sulselbar.
"Kami sudah lapor ke polisi, tapi belum ada perkembangan," kata orangtua korban FI (21), HJ Hasni, di rumahnya, Kamis (12/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian ini berawal saat JU mendatangi rumah korban dan menawarkan bantuan mengurus masuk polisi pada Maret 2013 melalui anaknya yang bertugas di Mapolda Sulselbar. Selain FI, Hasni mengikutkan AM agar dimasukkan sebagai anggota polisi. Ia mengirim uang ke rekening HE.
"Totalnya Rp 335 juta," jelas Hasni yang didampingi FI sambil menunjukkan bukti pembayaran dan SMS ke HE.
Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Endi Sutendi mengaku belum mendengar informasi tersebut. Namun ia berjanji akan mengecek. "Saya akan cek dulu nanti," katanya kepada reporter detikcom di Makassar, M Nur Abdurrahman, Kamis (12/12/2013).
(trw/trw)










































