Mbah Slamet 'Bintaro': Saya Mohon 2 Anak Saya Bisa Diterima di PT KAI

Mbah Slamet 'Bintaro': Saya Mohon 2 Anak Saya Bisa Diterima di PT KAI

Tri Joko Purnomo - detikNews
Kamis, 12 Des 2013 18:20 WIB
Mbah Slamet Bintaro: Saya Mohon 2 Anak Saya Bisa Diterima di PT KAI
Rumah Slamet
Purworejo - Meski merasa diperlakukan tak adil, masinis KA 225 yang mengalami kecelakaan pada tahun 1987 di Bintaro, Slamet Suradio (74), masih cinta perkeretaapian Indonesia. Dia bahkan berharap agar kedua anaknya bisa diterima bekerja di PT KAI.

"Saya mohon, saya punya anak lelaki baru lulus STM 2, semoga diterima jadi pegawai PT KAI," kata Slamet di Dusun Krajan Kidul, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang, Purworejo, Jateng, Kamis (12/12/2013).

Menurut pria yang sudah dihukum 5 tahun penjara atas tragedi Bintaro 1 ini, kedua anaknya jelas berkompeten jadi pegawai PT KAI. Mereka lulus dari SMK dengan nilai di atas rata-rata.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nilainya yang nomor dua 8,5 rata-rata ujian nasional dan di sekolah. Yang kakaknya 7,5 rata-rata. Layaklah, karena kalau dibandingkan dengan orang yang diterima, anak saya lebih bagus," terangnya.

Catatan masa lalu Slamet semoga tidak menghambat keinginan dua anaknya tersebut. Sebab, bagi Slamet, tragedi yang merenggut 156 nyawa itu bukan murni kesalahan dirinya.

"Saya dikeluarkan bukan karena kemalasan saya atau kejahatan, tapi kecelakaan," jelasnya.

Pria yang pernah bekerja selama 20 tahun ini tidak dibayarkan uang pensiunnya gara-gara peristiwa 26 tahun tersebut. Kini, dia harus menyambung hidup dengan berjualan rokok. Sementara istrinya menjadi buruh tani. Dia tinggal di sebuah rumah sederhana bersama anak-anaknya dari istri ketiga. Istri keduanya sudah menikah lagi dengan rekan sesama masinis ketika dia berada di dalam penjara.

"Saya masih cinta kereta api. Tapi saya mohon hak-hak saya waktu gaji dipotong dulu buat pensiun juga diberikan," harapnya.

(mad/trw)


Berita Terkait