"Jadi dia dengan percaya dirinya selalu pakai bahasa Inggris, walau awalnya berantakan. Semenjak saya ditugaskan di sini, tahun 2012, sudah selalu pakai bahasa Inggris awalnya yes dan no," kata Supriyadi di kantornya, Jalan Jati Kramat, Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (12/12/2013).
Dua tahun lebih Tarnedi belajar bahasa Inggris dari penumpang, Supriyadi belum pernah menerima komplain. Sehingga ia mengapresiasi semangat Tarnedi dibarengi kinerjanya yang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria berusia 52 tahun ini menambahkan, perusahaan memiliki divisi pelatihan bahasa Inggris dan sikap untuk para sopirnya, namun Tarnedi belum pernah ikut pelatihan itu. Ia pun berharap virus Tarnedi menular ke sopir lainnya.
"Saya berharap yang lain mengikuti, harus bisa memberikan salam, itu penting. Karena jaman sudah berubah, jadi kita para pengemudi di bidang pelayanan harus bisa," tutup Supriyadi.
Menantu Tarnedi, Dewi, menambahkan, anak-anak di sekitar lingkungan rumah banyak yang belajar kepada mertuanya tersebut. Hasilnya, cukup lumayan.
"Kata ibunya anak-anak itu syukur karena bapak belajar bahasa Inggris nilai anak-anaknya naik. Ini komentar 3 bulan lalu," kata Dewi.
(vid/mad)











































