Enam parpol itu adalah NasDem, PKS, PAN, Hanura, PBB, dan PKPI. Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) Ari Nurcahyo pun menjelaskan analisisnya.
"Kenapa PKS terancam tidak lolos? Karena kasus korupsi yang mendera, terutama mantan Presiden PKS. Sementara PAN, ketokohan partai ini tidak dapat mengangkat PAN, Hatta Rajasa kurang bisa mengerek elektabilitas PAN," kata Ari kepada wartawan di Wisma Kodel, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2013).
Sementara itu Partai NasDem dan partai Hanura yang sering muncul di media juga dinilai tak begitu terangkat. Karena masyarakat, menurut kajian SSS, bosan melihat publikasi yang berlebihan.
"Parta NasDem belum adanya identitas tokoh, serta tokoh di NasDem belum dapat mendongkrak kuat elektabilitas Partai ini. Hanura mempunyai kekuatan media tapi terlalu berlebihan. Seharusnya secara lebih proporsional, terlalu banyak tampil di media membuat publik tidak menyukai," katanya.
Sementara dua partai terbawah yakni PKPI dan PBB dinilai stagnant di urutan bawah di hampir semua survei.
SSS mengkaji 7 partai kecenderungan lolos ke Senayan pada pemilu 2014, diantaranya PDIP, Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Demokrat, PKB, dan PPP. Serta partai politik yang berpeluang tidak lolos seperti Partai Nasdem, PKS, PAN, Partai Hanura, PBB, dan PKPI.
Berikut data elektabilitas partai berdasarkan rilis hasil survei sepanjang tahun 2013, sesuai nomor urut di Pemilu 2014:
1. Nasdem: 3,41 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
2. PKB: 4,18 persen, lolos Parliamentary Threshold
3. PKS: 3,15 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
4. PDIP: 17,40 persen, lolos Parliamentary Threshold
5. Golkar: 17,01 persen, lolos Parliamentary Threshold
6. Gerindra: 10,51 persen, lolos Parliamentary Threshold
7. Demokrat: 8,30 persen, lolos Parliamentary Threshold
8. PAN: 2,54 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
9. PPP: 3,65 persen, lolos Parliamentary Threshold
10. Hanura: 3,16 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
11. PBB: 0,87 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
12. PKPI: 0,29 persen, tidak lolos Parliamentary Threshold
(fan/van)











































