Bantah Survei Indikator, PKB: Massa Kami Tak Suka Iming-iming Uang

Bantah Survei Indikator, PKB: Massa Kami Tak Suka Iming-iming Uang

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 12 Des 2013 16:40 WIB
Bantah Survei Indikator, PKB: Massa Kami Tak Suka Iming-iming Uang
Ketum PKB Muhaimin Iskandar
Jakarta - Temuan survei Indikator Politik Indonesia, massa partai politik yang paling terbuka dengan money politics adalah massa PKB. Partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini pun langsung memprotes keras hasil survei ini.

"Lagi-lagi survei ini tidak faktual dan kontras dengan lapangan. Pemilih PKB mayoritas karena faktor kultur, sejarah, dan ikatan emosional bukan pragmatis," kata Ketua DPP PKB Abdul Malik Haramain, kepada detikcom, Kamis (12/12/2013).

Menurut Malik, survei ini berbeda dengan survei lain yang berkesimpulan pemilih setia PKB salah satu yang paling tinggi. Karena itu ia tak percaya dengan hasil survei ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pertanyaan survei ini salah kaprah, mestinya pertanyaannya apa motif orang milih partai A, B, C dan seterusnya. Di situ kelihatan pemilih partai apa yang pragmatis," katanya.

Dia yakin pemilih PKB tak seburuk yang disurvei Indikator. "Saya tahu persis di lapangan," tandas mantan aktivis PMII ini.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan penerimaan terhadap politik uang lebih dipengaruhi faktor tingkat pendidikan dan pendapatan.

"Kecenderungan untuk menerima politik uang paling besar terdapat pada massa pemilih PKB sebesar 47 persen. Sementara paling rendah pada pemilih PKS sebesar 36 persen," ujar Burhan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Cikini V no 15A, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/12/2013).

Menurut Burhan, hal ini bisa terjadi karena faktor dimana tingkat pendidikan dan pendapatan pemilih PKB lebih rendah dibanding PKS.

Berikut selengkapnya hasil survei Indikator terkait massa parpol yang menerima dan menolak politik uang:

a. Massa parpol menerima politik uang

1. PKB 47 persen
2. PDIP 46 persen
3. NasDem 46 persen
4. Gerindra 46 persen
5. PPP 43 persen
6. Hanura 42 persen
7. Demokrat 39 persen
8. Golkar 39 persen
9. PAN 38 persen
10. PKS 36 persen

b. Massa parpol menolak politik uang

1. PKB 48 persen
2. PDIP 51 persen
3. NasDem 54 persen
4. Gerindra 51 persen
5. PPP 50 persen
6. Hanura 57 persen
7. Demokrat 57 persen
8. Golkar 58 persen
9. PAN 62 persen
10. PKS 61 persen

(van/trw)


Berita Terkait